Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Simulasi pengamanan Pilkada NTT, polisi tembakkan gas air mata ke pendemo

Simulasi pengamanan Pilkada NTT, polisi tembakkan gas air mata ke pendemo Simulasi pengamanan Pilkada di Kupang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan orang mendatangi kantor KPUD NTT di Jalan Polisi Militer, Kota Kupang, karena tidak terima hasil pemilihan gubernur. Mereka menganggap Pilkada penuh kecurangan. Kericuhan mulai terjadi ketika massa memaksa masuk ke dalam kantor KPUD, dan melempari aparat yang berjaga. Untuk menghalau massa, petugas menembakkan gas air mata serta water canon. Sejumlah pendemo yang diduga sebagai provokator diamankan.

Namun, aksi ini hanya simulasi pengamanan kota (Sispamkot) saat Pilkada serentak 27 Juli 2018 mendatang. Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman mengatakan, simulasi merupakan latihan mengantisipasi jika ada demonstrasi yang berakhir ricuh, terhadap massa yang kalah dalam Pilkada nanti.

"Ya ini hari kita latihan Sispamkota, tujuan utamanya supaya kelihatan bagaimana sinergitas dan solidaritasnya TNI/Polri dan pemerintah daerah. Ini untuk menunjukan bahwa kita siap untuk melaksanakan pengamanan Pilkada 2018," kata Raja Erizman kepada wartawan, Kamis (15/2).

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan main-main jika ada pihak yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban saat Pilkada. "Jadi sekali lagi saya ingatkan untuk pihak-pihak yang coba ganggu atau sampai menggagalkan, TNI/Polri dan pemerintah daerah siap untuk melaksanakan pengamanan ini. Jadi semua tindakan itu terukur, dengan tahapan sesuai dengan eskalasi situasi yang berkembang," ujar Raja.

Dalam simulasi ini, ribuan personel gabungan TNI/Polri dan satuan terkait lainnya ikut serta.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP