Simpan sabu dalam rice cooker, Asnawi diamankan Bea Cukai Juanda
Merdeka.com - Penyelundupan narkoba dari Malaysia masuk ke Indonesia dilakukan seorang kuli bangunan, Asnawi alias Asmuni, asal Madura, Jawa Timur. Namun aksi tersebut digagalkan petugas keamanan Terminal 2 Bandara Internasional Juanda. Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti berupa methamphetamine atau narkoba jenis sabu dengan berat total sekitar 940 gram.
Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto menjelaskan, penyelundupan dilakukan Asnawi berawal dari kesigapan petugas keamanan di bandara. Saat itu, pada 25 Januari 2018, tersangka Asnawi, tercatat sebagai penumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan XT 8298, rute Kuala Lumpur-Surabaya, turun di Terminanl 2 Bandara Internasional Juanda.
Ketika turun, semua calon penumpang harus melewati pemeriksaan dilakukan petugas, baik itu melalui X-ray pada barang maupun screening body. Tapi, begitu semua barang bawaan melewati pemeriksaan di X-ray, petugas mencurigai sebuah kardus berisikan rice cooker.
Dari situ, petugas langsung menanyakan pemilik dari kardus berisikan rice cooker. Asnawi, sebagai penumpang dan yang membawa barang diamankan dibawa ke pos penjagaan Satgaspam Pomal Juanda, untuk menjalani pemeriksaan lebih detail oleh Bea Cukai, Avsec, dan Pomal.
"Begitu kardus berisikan rice cooker dibuka semuanya ternyata berisikan methamphetamine atau sabu. Beratnya mencapai sekitar 940 gram, yang disembunyikan di dalam rice cooker," kata Budi, Kamis (8/2).
Saat diinterogasi, Asnawi mengaku narkoba yang dibawa dari Malaysia itu sengaja dibawa ke Indonesia, untuk diedarkan di wilayah Sampang, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Apabila penyelundupan narkoba itu berhasil lolos dari pemeriksaan petugas dan sampai ke tujuan, pelaku akan mendapatkan komisi.
"Dapat komisi 50 ribu ringgit (dirupiahkan sekitar Rp 250 juta). Uang sudah saya terima 15 ribu ringgit (dirupiahkan Rp 75 juta) untuk makan di perjalanan. Sisanya akan dibayar setelah barang sudah sampai di tujuan," ujar Asnawi di hadapan petugas.
Guna penyelidikan, Kantor Bea Cukai Juanda berkoordinasi dengan Ditnarkoba Polda Jawa Timur. Supaya bisa menangkap jaringan yang berada di Madura, berdasarkan dari pengakuan tersangka Asnawi.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya