Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Simpan dendam, bocah 16 tahun pukul kakeknya hingga tewas

Simpan dendam, bocah 16 tahun pukul kakeknya hingga tewas Tersangka pembunuhan kakek di Surabaya. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dendam karena ulah kakeknya, bocah 16 tahun di Surabaya, Jawa Timur tega menghabisi nyawa orangtua dari ibu kandungnya sendiri. Sang kakek, Mulyadi alias Mul Kucing (58), warga Jalan Pakis Sidokumpul Gang II, Kecamatan Sawahan, Surabaya meregang nyawa usai dipukul dengan balok kayu di bagian tubuh dan kepala oleh cucu dari anak pertamanya itu.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sumaryono, peristiwa nahas itu bermula, ketika tersangka, PH (17), yang tak lain adalah cucu Mul Kucing sendiri, dendam atas perlakuan Mul Kucing terhadap Diana, ibu tersangka.

Karena tak cocok dengan suami pilihan Diana, korban menyuruh anak pertamanya itu bercerai, meski sudah dikaruniai seorang anak, yaitu tersangka. Bahkan, karena ulah Mul Kucing itu, Diana kawin-cerai hingga empat kali dengan suami yang berbeda.

"Tak cukup hanya itu saja, korban juga kerap menunjukkan sikap tak senang kepada anak Diana dari suami pertamanya, yaitu tersangka PH. Korban sering berbuat kasar terhadap tersangka. Bahkan, adik tersangka juga pernah dipukuli korban," terang Sumaryono, Jumat (10/10).

Puncaknya, lanjut dia, pada 3 Oktober lalu, korban mengusir tersangka dari rumahnya. Tersangka bergeming. Dia justru menyelinap dan terus mengawasi gerak-gerik sang kakek di dalam rumah. Tersangka tidur di lantai atas, rumah korban yang disewakan.

Bahkan, Sumaryono melanjutkan ceritanya, tersangka sempat mengajak dua rekannya untuk mengakhiri hidup kakeknya sendiri. Namun, dua rekan tersangka menolak. Pada hari Rabu (8/10), tersangka pura-pura pulang ke rumah korban. "Padahal, selama ini, tanpa sepengetahuan korban, tersangka menyelinap dan tidur di rumah korban."

Saat itu, dia mencari alat yang bisa digunakan untuk mengakhiri nyawa kakeknya, dan ditemukanlah balok kayu bekas memperbaiki kandang ayam milik korban. Balok kayu kemudian disimpan oleh tersangka. Setelah itu, dia keluar menuju warnet di Jalan Dukuh Kupang.

Sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka kembali pulang ke rumah kakeknya dan tidur di sofa lantai dua. Hari Kamis (9/10), sekitar pukul 06.00 WIB, tersangka bangun dan akan membunuh kakeknya dengan balok kayu yang sudah disiapkannya.

Korban sempat keluar ke depan rumah menjemur burung perkututnya, kemudian masuk lagi ke rumah. Sekitar pukul 07.30 WIB, sang kakek keluar lagi, tapi kali ini dari pintu belakang. "Saat itulah tersangka menyerang dengan mengayunkan balok kayu di tangannya tiga kali. Namun serangan tersangka ditangkis korban," papar perwira dengan dua melati di pundak itu.

Dan terjadilah pergumulan seru antara kakek dan cucu itu. Perkelahian berlanjut sampai depan almari di dalam rumah. Karena kalah, sang kakek berlari menghindar. Sayang kakinya terpeleset dan jatuh. Tersangka pun mengayunkan balok kayu yang dipegangnya sebanyak tujuh kali ke arah punggung sang kakek, dan tiga kali ke bagian kepala. Setelah tidak berdaya, korban diseret ke gudang dan dikunci.

Usai melampiaskan dendamnya, tersangka keluar rumah dan mengunci pintu rumah lalu pergi dengan membawa motor dan HP milik korban. Tersangka kembali ke warnet di kawasan Dukuh Kupang Timur. "Saat melintas di komplek Pemakaman Kembang Kuning, tersangka membuang balok kayu yang dipakai untuk mengakhiri nyawa kakeknya ke sungai," kata Sumaryono lagi.

Sekitar pukul 08.30 WIB, adik Diana, yaitu Prasetyo datang melihat orangtuanya. Namun, pintu rumah terkunci. Prasetyo kemudian memanggil tukang kunci untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka dia melihat ceceran darah dan melihat ayahnya terlentang di lantai dengan sejumlah luka.

Tersangka sempat memanggil dokter, karena ayahnya terlihat masih bernapas meski dalam kondisi penuh luka. Dokter menyarankan agar korban dirujuk ke Rumah Sakit DKT di komplek Kodam V Brawijaya.

Karena mengalami luka cukup parah, korban dirujuk lagi ke RSAL dr Ramelan. Sayang, korban menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan sekitar pukul 16.00 WIB.

Sementara polisi yang mendapat laporan itu, langsung melakukan pengejaran dan menagkap tersangka di sebuah warnet di Dukuh Kupang. "Dari pengakuan tersangka, memang, dia sudah sejak 2012 lalu, sudah berniat membunuh kakeknya, karena menyuruh ibunya cerai dengan suaminya, bahkan sampai kawin-cerai sebanyak empat kali."

Dan karena persoalan itulah, tersangka berniat mengakhiri nyawa kakeknya sendiri. "Pelaku memang sudah mempersiapkan semuanya, termasuk balok kayu yang digunakan untuk memukul korban. Puncaknya kemarin, pelaku memukul korban di kepala, pinggang, dan tangan. Korban terluka parah dan akhirnya meninggal di RSAL," pungkas Sumaryono.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP