Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siapkan Paket Sembako, Wali Kota Makassar Minta RT/RW Data Warga Terdampak PPKM

Siapkan Paket Sembako, Wali Kota Makassar Minta RT/RW Data Warga Terdampak PPKM Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto rapat virtual membahas Bansos sembako. ©2021 Dok Pemkot Makassar

Merdeka.com - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan 100 ribu paket sembako yang akan dibagikan sebagai dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Agar penyaluran tepat sasaran, RT dan RW diminta untuk mendata dengan benar warga yang benar-benar terdampak.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, instruksi pemerintah pusat yang meminta para kepala daerah segera melakukan penyediaan dan percepatan bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19.

Ia mengatakan 100 ribu paket sembako tersebut akan diberikan kepada warga terdampak yang tidak masuk dalam Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos).

“Pemkot Makassar akan bergegas menyiapkan paket sembako yang jumlahnya sekitar 100.000 dan akan didistribusikan ke masyarakat," ujarnya saat virtual meeting dengan seluruh forkompinda Makassar, Selasa (27/7).

Demi mencegah adanya manipulasi data, dirinya meminta kepada camat, lurah, hingga RT dan RW untuk segera melakukan pendataan di wilayahnya masing-masing. Hal tersebut agar penyalurannya tepat sasaran.

“Persoalan klasik yang biasa terjadi adalah data. Camat dan lurah untuk memudahkan penginputan juga harus menggunakan aplikasi agar titik lokasi rumah warga akan diberikan bantuan jelas keberadaannya" tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile mengingatkan kepada Pemkot Makassar untuk transparan dan lengkap pelaporannya siapa saja masyarakat yang menerima bantuan sembako. Ia menegaskan pihaknya tidak ingin kembali terjadi kesalahan yang terjadi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tahun lalu kembali terulang.

"Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan, penerima harus jelas. Jangan sampai yang lalu terulang lagi, banyak masyarakat di bawah seharusnya menerima ternyata tidak menerima," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP