Siapa penggerak demo Lurah Susan?
Merdeka.com - Nama Susan Jasmine Zulkifli tak henti-hentinya mencuat ke permukaan masyarakat ibu kota. Sebab, perempuan berusia 43 tahun ini sedang menjadi perbincangan hangat lantaran pro kontra yang menerpanya sebagai Lurah Lenteng Agung. Dia banyak ditolak oleh masyarakat karena hanya satu alasan, dia non muslim.
Aksi penolakan masyarakat tersebut dicurahkan dengan demonstrasi yang tak kunjung henti. Dari yang berdemo di depan kantor kelurahan milik Susan bekerja, hingga aksi massal jalan kaki masyarakat.
Alasan masyarakat tersebut pun cukup sederhana, karena perbedaan keyakinan antara bu lurah cantik itu dan warga, membuat sejumlah kegiatan di lingkungan mereka merasa terganggu.
Dari beberapa demo yang telah dilakukan oleh banyak masyarakat tersebut, siapa sebenarnya mereka yang menjadi penggerak demo Lurah Susan?
Anak-anak muda
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor mengaku telah melakukan dialog dengan warga Lenteng Agung yang menolak Susan Jasmine Zulkifli sebagai lurah setempat. Namun, dari pertemuan itu, belum mendapatkan titik temu karena warga tetap berkukuh Lurah Susan diganti.Syamsuddin pun mengatakan mereka yang berdemo ada penggeraknya, yang tak lain berasal dari warga sendiri. Namun, ada warga dari Kelurahan Jagakarsa juga ikut terlibat."Ya pasti ada penggerak, kalau enggak ada penggeraknya enggak bisa. Ada dari orang situ, warga, namanya saya tahu, orang muda kok," kata Syamsudin di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/9).Sebagai Wali Kota, Syamsuddin langsung turun ke lokasi setempat dan berbicara dengan ulama. Dalam kunjungan tersebut, ulama golongan tua tidak mempersoalkan."Kalangan tua tidak terlalu ini, ini urusan pemerintah. Muda ini yang penasaran," katanya.Untuk langkah ke depan, Syamsudin mengatakan, akan tetap melakukan pendekatan untuk memberikan pemahaman meskipun harus berulang-ulang. Sebab, ia akan terus mengundang warga tingkat RT RW dan tokoh masyarakat."Pendekatan sosial suatu pemahaman dari tokoh masyarakat, RT RW bahkan yang ikut itu (demo) kita undang," ucapnya.
Pesaing Lurah Susan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDisaat demo warga yang menolak Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli karena non muslim kian memanas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hanya menanggapinya dengan santai. Pria yang akrab disapa dengan Jokowi ini mensinyalir ada kelompok pendemo yang dimobilisasi oleh pesaing Susan."Ada persaingan lah, kira-kira begitu saja," kata Jokowi di Balai kota DKI, Rabu (28/8).Jokowi menilai demonstrasi adalah satu hal yang wajar untuk menyampaikan aspirasi. Mantan wali kota Solo itu juga belum berencana datang ke Lenteng Agung untuk meredam gejolak."Tidak ada," kata Jokowi ditanya apakah akan menemui warga Lenteng Agung.Selain itu, menurut mantan Wali Kota Solo ini, Susan menjadi lurah setelah lolos seleksi lelang jabatan. Untuk itu, Jokowi menegaskan penilaian terhadap anak buah hanya berdasarkan prestasi. Pergantian pun tak akan dilakukan karena soal keyakinan."Kalau ada pergantian karena masalah prestasi dan kemampuan," tuturnya.
Orang yang politisir isu SARA
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSekjen PDIP Tjahjo Kumolo menduga ada orang yang mencoba mempolitisir isu SARA dengan mendemo kepemimpinan Lurah Susan Jasmine Zulkifli di Lenteng Agung."Partai mendukung sepenuhnya terhadap upaya penataan birokrasi yang dilakukan oleh Pak Jokowi yang dilakukan dengan melalui proses uji kepatutan dan kelayakan. Berbagai macam bentuk tekanan yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu harus dilihat sebagai politisasi atas isu SARA," terang Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (25/9).Dia menambahkan, sejak merdeka, Indonesia dibangun di atas pondasi keanekaragaman budaya, bangsa dan agama. Hal tersebut sudah ditanamkan oleh seluruh pendiri bangsa dan menjadikannya sebagai prinsip kebangsaan."Atas dasar prinsip tersebut, maka penyelenggaraan pemerintahan negara diletakkan atas dasar pengakuan terhadap prinsip kesetaraan warga negara," tandasnya.Tjahjo berharap agar Jokowi tidak mudah tunduk dalam menghadapi tekanan-tekanan yang dilakukan sekelompok orang, termasuk warga Lenteng Agung sendiri, selama keputusan yang diambil mantan Wali Kota Solo itu sesuai dengan prinsip good governance dan peraturan perundang-undangan.
Baca juga:Lewat Twitter, Staf Khusus Mendagri tak terima bosnya dihujatJokowi: Tak ada alasan menggeser Lurah SusanAhok: Kenapa Mendagri tidak pindahkan SBY yang sering didemoAhok: Mendagri harus belajar konstitusi5 Alasan lucu warga Lenteng Agung demo Lurah Susan
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya