Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siapa benar soal kasus kehilangan ginjal, TKI Sri atau Nusron Wahid?

Siapa benar soal kasus kehilangan ginjal, TKI Sri atau Nusron Wahid? Sri Rabitah TKI. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus yang dialami Sri Rabitah (25), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, masih penuh tanda tanya. Sri harus hidup dengan satu ginjal usai bekerja di Doha, Qatar. Meski kemudian Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengaku mendapatkan informasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bahwa ginjal TKI, Sri Rabitah masih ada.

Sungguh sangat pilu dan menyedihkan hati kasus yang menimpa TKI Sri Rabitah bila benar adanya. Kodrat manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut dan terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa.

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.

Sungguh amat penting fungsi ginjal dalam organ manusia. Tentu sangat menyedihkan jika manusia tidak memiliki atau kehilangan salah satu ginjalnya.

Kasus kehilangan ginjal bermula saat Sri baru saja pulang dari Malaysia dan ditawari buat bekerja di Abu Dhabi oleh seorang perempuan bernama Ulfah. Di tahun 2014 itu, Sri kemudian dibawa oleh perempuan yang beralamat di Batu Keruk Akar-akar dan melaksanakan cek kesehatan di Mataram.

Setelah dinyatakan lulus cek kesehatan, Sri dibawa ke PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara di Jakarta untuk menjalani pelatihan untuk penempatan di Abu Dhabi. Pada 27 Juni 2014, Sri bersama 22 orang lainnya diberangkatkan menuju Abu Dhabi.

Namun Sri justru dikirim ke Doha, Qatar. Di sana dia bekerja pada majikan bernama Madam Gada. Setelah satu minggu bekerja, Sri dibawa oleh sang majikan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan karena dianggap lemah.

sri rabitah tki

Sri Rabitah TKI ©2017 Merdeka.com

Sri dibawa ke ruang operasi dengan alasan untuk mengangkat penyakit dan disuntik hingga tak sadarkan diri. Setelah seminggu pelaksanaan operasi, Sri dikembalikan ke PT Aljajira Qatar karena dianggap tidak bisa bekerja dan lemah sebagai asisten rumah tangga.

Sesampainya di PT tersebut Sri mengalami tindakan kekerasan karena dianggap tidak bisa bekerja. Sri pun dipindah-pindah kerja dengan alasan PT tidak mau tahu Sri harus bekerja.

Sri akhirnya dikirim pulang dengan tidak digaji dan hanya sampai Surabaya. Setibanya di Surabaya, Sri dibantu oleh seseorang dan dipulangkan ke Lombok.

Sekitar Juli 2014, Sri sampai di rumah dan beraktivitas seperti biasa. Namun Sri sering mengalami sakit sakit. 3 tahun kemudian tepatnya Februari 2017, Sri melakukan cek kesehatan ke RSUD Tanjung.

Setelah diperiksa dan melihat hasil rongen, ternyata ginjal sebelah kanan Sri tidak ada dan sudah diganti dengan pipa plastik. Saat ini Sri sedang menunggu jadwal operasi untuk mengangkat pipa yangg ada di tubuhnya.

"Sekarang kondisi saya lagi kurang baik, lagi lemas," kata Sri saat dihubungi merdeka.com melalui sambungan telepon, Selasa (28/2) kemarin.

Sri mengaku memerlukan istirahat untuk menjaga kondisinya. Dia tak mau kondisinya drop saat operasi dilaksanakan Kamis mendatang.

"Insya Allah nanti kalau kondisi saya sudah membaik saya akan memberi keterangan selengkapnya," katanya.

Secara terpisah, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengaku mendapatkan informasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bahwa ginjal TKI, Sri Rabitah masih ada. Informasi itu didapat melalui proses pra-operasi yang dilakukan tim dokter RSUD Provinsi NTB.

"Untuk pra-operasi dinyatakan bahwa ginjalnya masih ada. jadi kita ngumpul data ini," kata Nusron di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/2).

Proses pra-operasi membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Sementara, kata Nusron, tim dokter akan melakukan operasi dalam satu hingga 2 minggu ini untuk mengecek dugaan ginjal Sri yang hilang. Hasilnya baru akan diumumkan pada 2 Maret mendatang.

"Nanti dicek apakah benar ginjalnya masih ada atau tidak," terangnya.

Kendati demikian, informasi soal ginjal Sri yang tidak hilang ini belum 100 persen valid. Untuk mengetahui hasil detil operasi baru akan diketahui pada 2 Maret mendatang.

nusron wahid

Nusron Wahid ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Nusron menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) untuk meminta penjelasan soal penempatan Sri. Jika terbukti ginjal Sri hilang karena praktik jual beli organ tubuh, maka BNP2TKI akan mencabut izin perusahaan penyalur Sri, PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara. Serta mengambil langkah hukum dengan menuntut majikan Sri di Qatar.

Nusron mengaku akan memanggil PT BLK-LN Falah Rima Hudaity untuk dimintai klarifikasi. Pihak KBRI di Qatar juga telah bergerak memanggil majikan Sri.

Lantas, siapa yang benar soal kasus kehilangan ginjal ini, TKI Sri atau Nusron Wahid?

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP