Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siap pasang badan, puluhan aktivis 'Save Risma' turun jalan

Siap pasang badan, puluhan aktivis 'Save Risma' turun jalan Save Risma Surabaya. massa pendukung risma ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dukungan untuk wali kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini terus mengalir. Puluhan pemuda menggelar aksi simpatik di depan Gedung DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Kamis (20/2). Mereka meminta agar Risma tidak mundur dari jabatannya.

Tak hanya sekadar memberi dukungan moral terhadap alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu, puluhan pemuda dari beberapa elemen massa ini juga mengaku siap pasang badan untuk membela Risma.

Puluhan anak muda yang mengenakan ikat kepala bertuliskan: Save Risma itu, berasal dari Gerakan Inspirasi Arek Suroboyo (Giras) dan Partai Sosial Media (Sosmed). Dalam aksinya, mereka juga membawa spanduk besar bergambar Risma dan terdapat tulisan: Save Risma.

Aksi simpatik dari aktivis muda ini, berencana menemui anggota DPRD Surabaya. Namun sayang, gedung dewan itu ternyata kosong. Tak satu pun anggota dewan yang bisa ditemui. Informasinya, para anggota dewan tengah melakukan kunjungan kerja (kunker).

Meski begitu, para demonstran ini tetap ingin menyuarakan aspirasinya. Karena gedung dewan kosong, mereka akhirnya bergeser ke balai kota di Jalan Wali Kota Mustajab dengan melakukan longmarch.

Salah satu korlap aksi, Putri Renata dalam orasinya mengatakan, apa-pun alasannya Risma harus tetap memimpin Kota Surabaya hingga tuntas. Sebab, sejak dipimpin wali kota asal Kediri itu, Kota Pahlawan mampu menyabet segudang prestasi.

"Apapun alasan, kami tidak peduli. Ibu Risma harus tetap menjadi wali kota kebanggaan warga Kota Surabaya. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan selama kepemimpinannya. Warga Surabaya butuh sosok pemimpin seperti Bu Risma," teriak Renata.

Bagi para demonstran, Risma adalah sosok pemimpin yang memiliki kredibilitas dan komitmen tinggi terhadap pembangunan kota yang berbasis kepentingan rakyat kecil. "Untuk itu, Ibu Risma harus didukung oleh masyarakat Surabaya sampai akhir masa jabatan, bahkan kalau bisa memimpin lagi untuk lima tahun ke depan," teriak dia lagi.

Seperti diketahui, pasca-kabar mundurnya Risma sebagai wali kota semakin santer diperbincangkan, sejumlah dukungan untuknya terus mengalir. Kelompok pengusaha, mahasiswa, cendekiawan, akademisi dan warga luar pulau yang tinggal di Kota Pahlawan ini juga memberikan dukungannya secara tertulis.

Sayangnya, Risma masih enggan membeberkan isu yang mengatakan dirinya akan meninggalkan jabatannya yang hanya tinggal setahun, gara-gara tidak sepaham dengan Whisnu Sakti Buana, yang resmi menggantikan Bambang DH sebagai wakil wali kota (wawali).

Bambang mundur sebagai wawali karena maju sebagai calon gubernur pada Pilgub Jawa Timur 2013 lalu. Dan pada Januari 2014, Whisnu dilantik sebagai wawali oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP