Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sianida buat racuni Shendi dan Sanusi disimpan Anton dalam celana

Sianida buat racuni Shendi dan Sanusi disimpan Anton dalam celana Rekonstruksi pembunuhan kasus penggandaan emas. ©2016 merdeka.com/nur fauziah

Merdeka.com - Polresta Depok menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dilakukan Anton Hardiyanto terhadap Shendi Eko Budiyanto dan Ahmad Sanusi, Rabu (9/11) siang. Dari hasil rekonstruksi diketahui Anton sempat mengajak kedua korban ke kontrakannya di Jalan M Yusuf, Sukmajaya, Depok.

Saat itu kedua korban menunggu dalam mobil Avanza putih milik Ahmad. Kemudian Anton mengambil racun dalam rumah.

"Racunnya di simpan di saku celana," kata Wakil Kasat Reskrim Polresta Depok AKP Firdaus, Rabu (9/11).

Setelah itu Anton membeli kopi di warung depan gang rumahnya. Kemudian mereka bertiga pergi ke lapangan di Kampung Serab, Cilodong, Sukmajaya.

"Di sana Anton mencampurkan racun dengan kopi dalam gelas plastik," ungkapnya.

Tak lama setelah menenggak kopi itu, Shendy dan Ahmad terkapar. Setelah dipastikan tewas, Anton membawa keduanya dalam mobil.

"Kemudian dibuang ke dua tempat berbeda di Limo," tandasnya.

Anton kemudian pergi ke luar kota membawa mobil milik korban. Sampai pada akhirnya Anton diringkus di Lampung.

Anton membunuh keduanya karena ingin menguasai harta korban. Kepada keduanya, Anton mengaku dapat menggandakan emas.

Kepada Shendy pelaku mengaku bisa menarik emas. Namun untuk menarik emas itu Anton meminta mahar. Kasus penggandaan emas ini pun berujung pada pembunuhan.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP