Setya Novanto mengaku tak kenal dokter Bimanesh
Merdeka.com - Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan di Permata Hijau, beberapa waktu lalu. Itu diceritakan di depan hakim Pengadilan Tipikor saat Setnov dihadirkan sebagai saksi atas kasus dugaan merintangi proses hukum e-KTP dengan terdakwa Dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo.
Setnov dicecar majelis hakim terkait kronologi sebelum dan sesudah kecelakaan. Sebelum terjadi kecelakaan, Setnov mengaku tengah memikirkan cara menyelesaikan masalah hukumnya dengan baik.
"Saya saat itu sehat, cuma saya terus berpikir dan berpikir saja bagaimana untuk menyelesaikan ini semua dengan baik," ujar Setnov di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (27/4).
Novanto menyadari tengah dicari-cari penyidik KPK. Karena itu dia terus berpikir untuk menyelesaikan masalah hukumnya. Dia berkeinginan datang sendiri ke KPK.
Sesaat sebelum kecelakaan, Setnov dijemput oleh kontributor Metro TV, Hilman Mattauch. Dia hendak dibawa menuju kantor televisi swasta tersebut. Selain Setnov dan Hilman, di dalam mobil itu juga ada ajudannya, Reza Pahlevi.
Di dalam perjalanan, Setnov mengaku bahwa Hilman kerap ditelpon oleh pihak Metro TV untuk bisa segera tiba. Namun lantaran jalanan macet, pihak Metro TV akhirnya menghubungi Hilman dan melakukan wawancara langsung dengan Novanto melalui sambungan telepon.
"Nah dalam sambungan telepon itu saya sampaikan, minta maaf ke masyarakat Indonesia, dan saya katakan, saya akan ke KPK jam 8 (malam)," kata Setnov.
Setelah Novanto melakukan wawancara melalui telepon, Hilman yang mengendarai mobil Fortuner memacu kecepatan kendaraan. Berdasarkan pengakuan Setnov, Hilman diburu oleh waktu.
"Dia (Hilman) terus dikejar sama orang kantornya, makanya dia ngebut. Nah enggak tahu bagaimana, di tengahnya itu ada batu besar gitu, nah mungkin dia mau menghindar," kata Setnov.
Setelah Hilman mencoba menghindari batu besar, saat itulah terjadi kecelakaan.
"Nah tiba-tiba menabrak, saya kebentur sana, kebentur sini. Tahu-tahu saya bangun sudah di rumah sakit," kata dia.
Sesaat setelah siuman dari pingsan, Setnov mengaku melihat seorang dokter yang tengah merawatnya. Dokter itu bernama Bimanesh Sutarjo. Pengakuan Setnov, dia tak pernah mengenal Bimanesh Sutarjo.
"Belum pernah kenal yang mulia. Kenal pada saat dia mengenalkan diri sebagai Bimanesh Sutarjo," kata Setnov.
Reporter: Fachrur RozieSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya