Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setuju Gerakan Jateng 2 Hari di Rumah, FX Rudy Minta Aturan Dijelaskan ke Masyarakat

Setuju Gerakan Jateng 2 Hari di Rumah, FX Rudy Minta Aturan Dijelaskan ke Masyarakat fx rudyatmo. ©2019 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) akhirnya menyetujui ajakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk tetap di rumah saja selama dua hari. Sebelumnya Rudy menolak usulan gubernur saat rapat virtual dengan seluruh kepala daerah karena penerapan dua hari di rumah itu dinilainya tidak efektif.

"Tadi saya sudah sampaikan, kata pak gubernur dicoba dulu. Saya bilang oke," ujar Rudy, Selasa (2/2).

Kepada Gubernur, Rudy mengatakan, sama-sama membuat kebijakan yang tidak enak dirasakan, akan lebih baik jika sekalian yang tidak enak. Artinya, dari pada hanya dua hari di rumah, akan lebih baik hasilnya jika lebih lama.

"Saya sampaikan, kalau membuat kebijakan itu podo-podo ora enakke (sama sama pahitnya), sisan (sekalian seminggu) lah. Kalau mau dicoba Sabtu-Minggu besok itu ya silakan," ujar dia.

Dengan diberlakukannya aturan dua hari di rumah saja itu, Rudy mengatakan, tim cipta kondisi harus bekerja ekstra keras. Meski demikian, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta Linmas tetap harus bekerja di luar rumah untuk melakukan pemantauan. Masyarakat, lanjut dia, tidak boleh menyalahkan mereka.

"Mereka kan harus kontrol, harus menjaga jangan sampai ada warga masyarakat yang keluar dari rumah. Ini devinisinya dijelaskan sekalian. Yang boleh di luar rumah hanya Tim cipta kondisi, wali kota dan wakil wali kota harus tetap di rumah,” ujar dia.

Untuk itu, Rudy mengajak masyarakat untuk dua hari di rumah, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Setelah libur 2 hari tersebut, perlu dibuktikan dengan uji swab pada hari Senin. Hal tersebut untuk membuktikan efektivitas kebijakan gubernur.

"Jangan sampai nanti, justru di rumah itu terjadi penularan. Klasternya sekarang kan klaster keluarga. Jadi harus dijaga betul, di rumah juga tidak boleh lepas dari protokol kesehatan," tandasnya.

Rudy menambahkan, akan lebih baik jika peraturan baru ini disertai dengan penutupan pusat-pusat perekonomian. Seperti pusat perbelanjaan, supermarket, mal dan lainnya. Sehingga diharapkan hasilnya akan lebih efektif.

"Justru itu, kalau begini ini sekalian. Jeglek, pencegahan tegas, perekonomian berhenti. Iya dong, kalau di rumah semua kan nggak ada yang beli, kan tutup semua. 48 jam ini kalau diterapkan betul, tinggal hasilnya nanti seperti apa,” kata dia.

Rudy menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat edaran (SE) dari kebijakan baru Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat tetap di rumah saja selama dua hari. Hal tersebut sebagai salah satu solusi menekan angka penyebaran Covid-19. Usulan disampaikan Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanggulangan Covid-19 di kantornya, hari ini.

Namun ajakan tersebut mendapatkan penolakan dari Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Ia meminta usulan gubernur tersebut perlu dievaluasi, karena tidak efektif.

"Tadi pak gubernur mengusulkan dua hari di rumah. Jadi, Jawa Tengah dirumah. Kalau saya nggak perlu dua hari dirumah. Saya tidak setuju untuk dua hari di rumah," ujar, Senin (1/2).

Menurut Rudy, jika hanya 2 hari dirumah, usulan gubernur tersebut tidak akan efektif. Apalagi kalau hanya diterapkan setiap akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu.

“Nanggung 2 hari itu, dan Sabtu, Minggu. Padahal Kalau HIK (warung angkringan) itu kan bon (hutang) dulu. Bayarnya Sabtu, padahal Sabtu prei (libur). Itu perlu dipertimbangkan kalau Sabtu, Minggu,” tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP