Setnov & Sudirman Said hanya buntut perang Riza dengan Ari Soemarno
Merdeka.com - Pengaduan Menteri ESDM Sudirman Said dinilai berhubungan dengan perseteruan panjang antara pengusaha minyak kelas kakap Muhammad Riza Chalid dan mantan Dirut Petral periode 2003-2004 Ari Soemarno. Buntutnya pelaporan dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi oleh Ketua DPR Setya Novanto (Setnov).
Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menegaskan, memang ada perseteruan panjang itu. Antara Sudirman dan Setnov merupakan perwakilan dari masing-masing geng yang sedang bertarung.
"Dua-duanya beradu bukan untuk kepentingan nasional. Dua-duanya beradu berebut nilai lebih untuk kelompoknya sendiri. Ada Ari Soemarno, SN, ada Riza Chalid," kata Masinton di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (27/11).
Masinton menjelaskan bahwa Sudirman dan Setnov dikendalikan jarak jauh. Medan pertempurannya dibawa ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
"Pertarungan antar jongos, sama-sama antek. Bisnis besarnya rebutan PT Freeport. Sesama broker saling mendahului," tuturnya.
Dihubungi secara terpisah Politikus PDIP Effendi Simbolon mengatakan konspirasi besar ini memang sudah merupakan rahasia umum. Memang ada pertarungan besar dua kelompok itu sejak lama.
"Iya ini sudah rahasia umum. Sudirman ini di bawahnya Ari Soemarno. Dia (Sudirman) nggak mungkin bermain tunggal, semua bermain besar," ungkapnya.
Anggota Komisi I ini berujar bahwa kegaduhan muncul karena persaingan bisnis antara berbagai kubu. Aksi saling menjegal ini katanya sampai terbawa ke DPR.
"Ini kan saling menjegal dengan persaingan bisnis mereka. Kita lihat misalnya ada perjuangan meloloskan dana PMN itu kan. Kita mengetahui konspirasi besar antara benalu-benalu di kabinet yang berkonspirasi dengan perusahaan asing, yang mengadu domba pemerintah dengan DPR, DPR dengan masyarakat," pungkasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya