Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setiabudi Douwes Dekker dan parpol pertama di Indonesia

Setiabudi Douwes Dekker dan parpol pertama di Indonesia Ernest Douwes Dekker. merdeka.com/wordpress

Merdeka.com - Kira-kira apa tanggapan Ernest Douwes Dekker jika melihat partai politik saat ini? Berita politik kini cuma intrik, kepalsuan dan korupsi. Apakah Ernest akan menyesal membentuk partai politik untuk pertama kali di Indonesia?

Tentu tidak. Jangan samakan Ernest Douwes Dekker dengan politikus karbitan saat ini. Ernest, bersama Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat membentuk Indische Partij atau Partai Hindia tahun 1912. Inilah untuk pertama kalinya partai politik berdiri dan menyuarakan sebuah bangsa Hindia, atau Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Budi Utomo yang didirikan 20 Mei 1908 bukanlah sebuah perlawanan. Budi Utomo hanya bersifat organisasi sosial dan budaya. Keanggotaannya pun hanya untuk orang Jawa saja. Itulah yang mendorong Ernest akhirnya membentuk Indische Partij.

Indische Partij keras menentang kolonial. Ernest sempat ditahan dan dibuang ke Eropa dan Suriname. Begitu pula dengan kedua rekannya. Indische Partij pernah berkembang. Dalam waktu singkat anggotanya mencapai ribuan. Sebelum akhirnya dibubarkan pemerintah kolonial tahun 1913.

Ernest Douwes Dekker lahir di Pasuruan 8 Oktober 1879. Dia seorang indo, campuran dari pribumi dan Belanda. Masih punya hubungan kerabat dengan Multatuli atau Eduard Douwes Dekker yang menulis Max Havelaar.

Selepas sekolah, Nest bekerja di perkebunan kopi 'Soember Doeren' di Malang, Jawa Timur. Dia sering membela para buruh yang mendapat perlakuan semena-mena. Dia juga membela petani soal irigasi sehingga akhirnya Nest dipecat.

Nest kemudian ikut perang Boer di Afrika Selatan, lalu kembali ke Hindia dan menjadi wartawan.

Orang indo, atau yang berdarah campuran pribumi dan eropa, umumnya ingin menjadi orang Eropa. Tapi beda dengan Nest. Dia justru mengkampanyekan pemerintahan Hindia yang merdeka dan berdiri sendiri. Nest juga salah satu orang yang memelopori nasionalisme. Tidak hanya satu suku, tetapi sebagai sebuah bangsa.

Nest kemudian menggunakan nama Danudirja Setiabudi. Berkali-kali dibuang Belanda, tidak menyurutkan niatnya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, Setiabudi sempat menjadi menteri dalam kabinet Sjahrir. Dia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Menjadi anggota delegasi perundingan dengan Belanda, konsultan hingga pengajar ilmu politik.

Saat agresi militer Belanda II, Setiabudi ditangkap Belanda. Karena alasan kesehatan, dia dilepaskan dan dibawa ke Bandung. Pada 28 Agustus 1950, Setiabudi meninggal dalam usia 70 tahun. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP