Setengah sadar, Tosan ajak singkirkan alat berat penggalian pasir
Merdeka.com - Dengan kondisi setengah sadar setelah dikeroyok sekitar 30 orang preman, Tosan sempat mengajak masyarakat desanya menyingkirkan alat berat yang digunakan penggeruk pasir.
"Pertama sadar Pak Tosan langsung mengajak mengangkat alat berat pengerukan itu. Saat itu masih di Puskesmas Pasirian," kata Abdul Rasyid, tetangga yang menjaga selama Tosan mendapat perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Sabtu (3/10).
Dari penuturan Rasyid, saat itu keluarga membawa Tosan yang berada dalam kondisi tidak sadar, ke Puskesmas Pasirian. Setelah itu Tosan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Lumajang, untuk kemudian dipindah ke Rumah Sakit Bhayangkara di Lumajang.
"Langsung ngajak menaikkan alat-alat berat itu, sambil marah-marah," tegasnya.
Sekitar Minggu (27/9), Tosan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sore harinya Tosan menjalani operasi lambung yang pecah akibat serangan benda tumpul.
Kini telah ditetapkan 27 orang sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk Kepala Desa Selok Awar-Awar. Pihak keluarga berharap para pelaku segera diproses secara hukum.
"Keluarga berharap hukum ditegakkan dan pelakunya dihukum seberat-beratnya. Dalang-dalangnya harus diungkap dan diproses hukum," katanya.
Rasyid sendiri masih menyimpan kekhawatiran keselamatan keluarga dan teman-temannya. Karena semua pelakunya masih bebas berkeliaran dan belum tertangkap.
"Masih ada kekhawatiran mas karena belum semuanya," kata Rasyid yang mengaku sempat diselamatkan ke Polsek Pasirian demi keselamatan bersama teman-temannya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya