Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setelah vaksin kini ada BPJS palsu, kinerja Menkes dipertanyakan

Setelah vaksin kini ada BPJS palsu, kinerja Menkes dipertanyakan BPJS. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Belum lagi tuntas kasus vaksin palsu mencoreng dunia kesehatan Tanah Air, kini mencuat BPJS abal-abal. Anggota Komisi IX, F-PAN Saleh Partaonan Daulay mengecam tindakan pemalsuan kartu BPJS yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Apa pun alasannya, pemalsuan-pemalsuan itu terjadi karena ada sesuatu yang salah. Soal BPJS, itu kemungkinan terjadi karena ada warga yang merasa berhak, tetapi tidak tercatat sebagai penerima. Ada oknum yang menawarkan, lalu disambut oleh warga. Bisa jadi, bermula dari proses pendataan kepesertaan penerima BPJS," kata Saleh di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (26/7).

Dia menyebut tindakan pemalsuan-pemalsuan seperti itu tidak dapat ditolerir. Harus ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi dan mengawasi masalah ini dengan segera. Menurutnya, Kementerian Kesehatan bersama badan POM harus berperan aktif meningkatkan pengawasannya pada peredaran obat dan makanan serta kasus BPJS palsu tersebut.

"Ini berbahaya. Jika kelebihan dosis dan juga disalahgunakan, obat-obat terlarang itu bisa lebih bahaya dari narkoba," pungkas Saleh.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP