Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setelah mampir ke SBY, kini isu kudeta merambat ke KPK

Setelah mampir ke SBY, kini isu kudeta merambat ke KPK abraham samad. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Isu kudeta terus bergulir di negeri ini. Setelah 'mampir' ke Istana, kini isu kudeta merambat ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Awalnya, pada Rabu 27 Maret 2013, beredar pesan singkat yang diduga berasal dari ponsel Ketua KPK Abraham Samad kepada wartawan. Pesan singkat itu berisi pernyataan sang Ketua yang mengatakan ada pihak-pihak yang berupaya menjatuhkannya.

Dalam SMS itu, Abraham menilai upaya penjatuhan dirinya melalui pengusutan bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) Anas Urbaningrum dalam kasus Hambalang.

Yang melakukan pengusutan itu ialah Komite Etik dan pembentukannya disetujui oleh lima pimpinan KPK. Dalam pesan singkat yang beredar, Abraham juga mengatakan upaya penjatuhan itu lantaran dirinya terlalu lantang membongkar kasus-kasus korupsi besar.

Atas pernyataan Abraham yang mencuat di media, Juru Bicara KPK Johan Budi SP justru merasa prihatin. Johan membantah adanya kudeta di dalam internal KPK.

"Saya prihatin dengan kondisi (Isu kudeta) ini. Sebagian besar pegawai KPK prihatin dengan kondisi seperti ini," ujarnya, kemarin.

Johan menegaskan hanya ada perbedaan pendapat yang cukup kental antar pimpinan. Perbedaan pendapat itu biasanya terjadi dalam gelar perkara atau ekspose suatu kasus.

"Saya sebagai staf tidak merasakan ada yang kudeta mengkudeta, bahwa terjadi perbedaan pendapat yang agak kental saya melihat sebagai staf." ujarnya lagi.

Johan malahan meminta wartawan untuk mengkonfirmasi kembali kepada Abraham Samad yang mengatakan akan ada kudeta di internalnya. "Saya kira itu (tanya) ke Pak Ketua, kalau benar mungkin Pak Ketua ada yang merasa mengkudeta dia. Setahu saya kudeta harus pakai senjata," imbuh Johan.

Sementara itu, Komite Etik yang diketuai oleh Anies Baswedan, berjanji akan mengumumkan hasil pengusutannya pekan depan. Untuk itu, Anies mengimbau semua pihak agar menghindari spekulasi-spekulasi yang justru melemahkan lembaga anti-rasuah itu.

"Sebaiknya semua pihak menghindari spekulasi-spekulasi yang justru bisa melemahkan KPK itu sendiri. Komite Etik justru berharap bahwa KPK bisa menjadi makin kuat dan solid baik di tingkat pimpinan maupun seluruh staf. Serta semakin efektif dalam memberantas korupsi di negeri tercinta ini," ujar Anies melalui Johan. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP