Setahun Covid-19, Gibran Sebut Warga Solo Masih Perlu Diingatkan Patuhi Prokes
Merdeka.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia diumumkan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, 2 Maret 2020 lalu. 11 hari kemudian, atau tepatnya 13 Maret, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengumumkan kejadian luar biasa (KLB) Corona, karena ada warga Solo yang terpapar.
Setahun berjalan, kasus penambahan pasien terpapar di Kota Solo masih cukup tinggi, meski terus menurun. Hari ini akumulasi jumlah kasus Covid-19 di Solo naik 21 dibanding hari sebelumnya. Yakni dari menjadi 9.508 menjadi 9.529.
Dari jumlah tersebut, 8.487 dinyatakan sembuh, 477 masih menjalani isolasi, 102 mendapatkan perawatan di rumah sakit dan 463 orang lainnya meninggal dunia.
Sedangkan secara nasional, kasus terus bertambah hingga mencapai angka 1.341.314 per 1 Maret 2021.
Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menyebut masyarakat Solo masih perlu terus diingatkan agar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sementara pemerintah harus lebih berperan dan terus melakukan upaya kontrol agar penerapan protokol kesehatan berjalan optimal.
"Masyarakat harus terus diingatkan untuk penerapan protokol kesehatan. Setiap hari harus dikontrol, terus mengingatkan agar selalu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Itu harus terus diingatkan dan dikontrol," ujar Gibran, usai mengikuti rapat virtual bersama Gubernur Jawa Tengah di Balai Kota Solo, Selasa (2/3).
Upaya lainnya adalah terus menggenjot vaksinasi untuk berbagai kalangan agar pandemi Covid-19 segera selesai. Meskipun saat ini jumlah vaksin sangat terbatas, namun ia optimistis Kota Solo akan menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin. Angka kasus yang cukup tinggi dan sebagai penopang perekonomian daerah lain cukup menjadi alasannya.
"Solo itu kasusnya kan tinggi, juga menjadi penopang daerah sekitar. Saya yakin tersedia terus dan itu tugas Pak Gubernur dan Menkes untuk membagi ke tiap-tiap daerah. Saya yakin Solo masuk prioritas karena Solo termasuk pusat kegiatan ekonomi di Jateng," terangnya.
Ia juga yakin suplai vaksin ke Solo tidak akan tersendat, meski jumlah vaksin yang datang tidak langsung dalam jumlah banyak.
"Saya yakin vaksin untuk Solo akan tersedia terus, tapi mungkin belum dalam jumlah masif," katanya.
Sementara itu dalam rapat tersebut, dikatakannya, Gubernur telah menginstruksikan agar vaksinasi untuk lansia segera diselesaikan. Di Kota Solo, menurutnya, vaksinasi dimaksud sudah dimulai sejak Senin.
"Dari Pak Gubernur jelas, instruksinya vaksinasi untuk lansia. Di Solo sudah kita mulai. Hari ini untuk TNI juga sudah mulai," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya