Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sesumbar Umar Patek sanggup bebaskan WNI dari kelompok Abu Sayyaf

Sesumbar Umar Patek sanggup bebaskan WNI dari kelompok Abu Sayyaf Seminar deradikalisasi di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Kelompok Abu Sayyaf kemarin, Senin (25/4) mengumumkan akan mengeksekusi empat sandera mereka. Hal ini setelah batas akhir tebusan sandera yang ditetapkan oleh kelompok militan ini telah lewat. Tiga sandera merupakan WN asing, sementara satu lagi warga Filipina.

Hingga kini 14 WNI masih disandera oleh Abu Sayyaf. 10 sandera merupakan awak kapal Anand 12, sementara empat sisanya awak kapal Christy dan Henry.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia masih berupaya untuk membebaskan para sandera. Di tengah situasi yang makin kritis, terpidana kasus terorisme Umar Patek mengaku sanggup membebaskan para sandera.

Umar yang ditemui usai menjadi pembicara dalam seminar Resimen Mahasiswa Mahasurya Se-Jatim kemarin, mengaku sudah menjelaskan secara teknis kepada pemerintah. Dia mengaku tidak perlu keluar Lapas apalagi harus pergi ke Filipina.

"Semua cukup dilakukan di dalam lapas, artinya aku minta difasilitasi oleh pemerintah untuk dibenarkan menggunakan handphone. Kemudian aku juga diberi nomor kontak, karena aku tidak punya nomor kontak mereka," katanya, Senin (25/4).

"Kalau ada nomor kontak mereka, bisa aku lakukan dengan telpon atau video call. Semua dilakukan di dalam Lapas. Tanpa aku harus keluar dari lapas apalagi dibawa ke Filipina," katanya.

Umar mengaku pengenal para pemimpin Abu Sayyaf, bahkan pelaku penyanderaan para WNI adalah juniornya saat bergabung di Abu Sayyaf. Karena itu dirinya yakin mampu melakukan misi itu. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP