Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sespripim Polda Metro terkait pencucian uang eks Kepala Bappebti

Sespripim Polda Metro terkait pencucian uang eks Kepala Bappebti ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Satu per satu praktik pencucian uang mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi pada Kementerian Perdagangan, Syahrul Raja Sempurnajaya, terungkap di persidangan. Salah satunya adalah dia ketahuan membeli mobil diduga menggunakan duit rasuah atas nama seorang Sekretaris Pribadi Pimpinan Polda Metro Jaya, Kompol Andre Librian.

Fakta itu terungkap dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8). Menurut keterangan saksi Supervisor Marketing Dealer Plaza Toyota Rawamangun, Silvarina, dia mengakui pada Juni 2012 pernah menjual mobil Toyota Hi-Lux atas nama Sukardi (mantan sopir Syahrul) dan uang pembayaran dikirim dari rekening atas nama Manuela Clara Diehl (anak tiri Syahrul). Harga mobil itu Rp 327,7 juta. Tetapi anehnya pada Surat Tanda Nomor Kendaraan tercantum nama Andre Librian.

"Pembeli atas nama Sukardi, STNK Andre Librian. Pembayaran pertama Rp 5 juta tunai oleh Nizarli (mantan sekretaris Syahrul) di kantor Bappebti. Pembayaran kedua setoran tunai oleh Sukardi Rp 146 juta," kata Silvarina.

Yang mengagetkan adalah, Andre ternyata menantu Syahrul. Dia menikahi anak tiri Syahrul, Manuela Clara Diehl. Clara merupakan salah satu anak dari istri kedua Syahrul, Herlina Triana Diehl. Dalam persidangan, Clara sebagai saksi pun mengakui pekerjaan suaminya.

"Iya suami saya anggota Polri," kata Clara.

Dari penelusuran, Andre diketahui mantan Kapolsek Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. Juni lalu dia digantikan oleh AKP Lintar Mahardono. Saat ini dia bekerja sebagai Sespripim Polda Metro Jaya. Dua tahun lalu, Andre menjabat Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kebayoran Baru dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi. Dalam persidangan Syahrul hari ini, Andre pun hadir menemani Clara. Tetapi, jaksa penuntut umum pada KPK dan majelis hakim sempat memintanya meninggalkan ruang sidang lantaran dia juga bakal menjadi saksi pada persidangan di kemudian hari.

Sementara itu, manajer ruang pamer Chosen Car Pluit, Rico Moiras menyatakan, pada 2010 dia pernah menjual sebuah mobil Toyota Vellfire 2.4 AT dengan Jacky Prasetyo Lie, seharga Rp 790 juta. Cara pembayaran mobil itu melalui lembaga pembiayaan (leasing).

"Rp 200 jutaan dari pemohon (Jacky), sisanya dari Bank Bumi Artha. Saya tidak tahu apakah STNK atas nama Jacky. Kreditnya sudah selesai. Mobil sekarang di mana tidak tahu," kata Rico.

Jacky Prasetyo Lie adalah Direktur PT Muliatama Mitra Sejahtera dan merupakan sahabat karib Syahrul. Dia sudah bersaksi dalam sidang pekan lalu dan membenarkan STNK mobil itu atas namanya. Dia pun membenarkan mobil sudah disita KPK.

"Pak Syahrul mau beli mobil, bisa enggak pakai nama saya dan ambil leasing. Mobil itu atas nama saya," kata Jacky.

Silvarina menambahkan, pada Februari 2012 tercatat ada pembelian mobil Toyota Kijang Innova seharga Rp 304,75 juta oleh Clara. Menurut Clara bekerja sebagai dokter, dia memang meminta supaya ayah dan ibunya membelikan mobil itu buat persiapan dia tinggal di Jakarta.

"Pembayaran kedua dengan transfer. Di sini (ditransfer dari) Bank Windu Kencana Rawamangun oleh dokter Manuela Clara," ujar Silvarina.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP