Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seskab ingatkan Pansel KPK perhatikan rekam jejak calon pimpinan

Seskab ingatkan Pansel KPK perhatikan rekam jejak calon pimpinan Pramono Anung. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK telah melakukan sesi wawancara terbuka terhadap 19 nama yang bakal disaring dan diusulkan kepada Presiden Jokowi untuk menjadi calon pimpinan KPK. Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, Polri akan membuka ke publik hasil penelusuran rekam jejak para calon pimpinan KPK yang dinyatakan lolos oleh Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, sebaiknya apa yang disarankan oleh Bareskrim menjadi pertimbangan Pansel KPK. Jangan sampai calon pimpinan KPK yang telah distabilo merah oleh Bareskrim diloloskan oleh Pansel KPK.

"Apa pun, polisi, Kabareskrim ini adalah bagian dari pemerintah. Apa yang jadi masukan, saran pendapat dan catatan, karena Kabareskrim dimintakan secara khusus oleh pansel untuk menelusuri mereka-mereka ini," kata Pramono di Istana, Jakarta, Rabu (26/8).

Menurut Pramono, apa yang menjadi temuan Bareskrim itu seyogyanya menjadi perhatian dari Pansel KPK. Karena memang sebelumnya Pansel KPK ini meminta Bareskrim untuk menelusuri rekam jejak masing-masing calon pimpinan KPK.

"Kita sama sekali tidak mempengaruhi, karena permintaan itu secara resmi tentunya seyogyanya dipertimbangkan. Sebab kalau tidak data atau fakta yang ada itu bisa menjadi liar di masyarakat," jelas Pramono.

"Lebih baik dikanalisasi dan menjadi tugas pansel, kami sebagai pemerintah sama sekali tidak ingin mencampuri sedikit pun urusan pansel karena mereka diberikan kewenangan itu. Tapi kalau, itu kemudian, pansel secara resmi minta data, fakta, penelusuran dan sudah dapat data, seyogyanya data itu digunakan oleh pansel," tambahnya.

Pramono melanjutkan, andaikan Bareskrim tidak sampai mengeluarkan pernyataan untuk membuka stabilo merah bagi nama calon pimpinan KPK yang dinyatakan lolos, harusnya Pansel KPK memiliki inisiatif sendiri.

Sekali lagi, tegas Pramono, hal ini bukan bermaksud untuk membatasi kewenangan Pansel KPK di dalam melakukan seleksi.

"Kan Pansel harus bekerja berdasarkan fakta, data, akurasi, bukan berdasarkan perasaan karena yang dipilih adalah orang-orang terbaik, orang bersih dan bukan orang-orang yang populer di panggung dan bukan orang-orang yang menggunakan KPK," tandasnya. (mdk/efd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP