Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seskab bantah Yuni perpanjangan tangan Freeport di Istana

Seskab bantah Yuni perpanjangan tangan Freeport di Istana Demo Freeport. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung angkat bicara soal pengangkatan Yuni Rusdinar sebagai Wakil Deputi I Kantor Staf Presiden. Yuni sebelumnya pernah menjabat sebagai petinggi PT Freeport Indonesia.

Pramono membantah bila Yuni merupakan perpanjangan tangan PT Freeport di pemerintahan. Yuni direkrut jauh-jauh hari sebelum kasus 'Papa Minta Saham' mencuat.

"Yang pertama kami ingin menegaskan bahwa tidak ada perpanjangan tangan Freeport di Istana. Kalau ada satu nama yang direkrut di KSP, itu direkrut jauh-jauh hari, tak ada urusannya perpanjangan Freeport," kata Pramono di Istana, Jakarta, Rabu (23/12).

Pramono menambahkan, sikap Presiden Jokowi tegas di dalam menyikapi perpanjangan Kontrak Karya PT Freeport. Apa yang menjadi sikap pemerintah, kata Pramono, tidak bisa dipengaruhi oleh hal-hal seperti itu.

"Maka dengan demikian, supaya ini tak menjadi rumor, kemarin kami juga sudah bicara dengan Pak Teten bahwa sekali lagi itu tidak mempengaruhi apa yang diambil presiden. Jelas," terang Pramono.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, pengangkatan Yuni Rusdinar sebagai Wakil Deputi I Kantor Staf Presiden saat Luhut Pandjaitan masih menjabat sebagai Kepala Staf Presiden.

"Yuni diangkat oleh Kepala Staf Presiden saat itu, Luhut Pandjaitan, setelah meninggalkan PT Freeport Indonesia di awal tahun 2015," kata Teten di Istana, Jakarta, Selasa (22/12).

Teten mengklaim bila pengangkatan Yuni berdasarkan kompetensi dan kemampuan yang dia miliki. Tugas pokok Yuni sebagai tenaga ahli utama pada deputi bidang pengendalian dan pengawasan Program prioritas Pemerintah.

"Karena itu Yuni tidak ada konflik kepentingan maupun hubungan apapun dengan Freeport Indonesia," klaim Teten.

Untuk diketahui, nama Yuni Rusdinar mencuri perhatian publik dan pengguna media sosial. Setelah Mantan Staf Presiden SBY Andi Arief dalam twitternya curiga penunjukan Yuni ada kaitannya dengan kasus 'Papa Minta Saham' yang menjadi sorotan publik saat ini.

Yuni menjabat sebagai Wakil Deputi I Kantor Staf Presiden sejak beberapa bulan lalu saat Kepala Staf Presiden masih dijabat Luhut Pandjaitan. Sebelumnya, pada bulan Januari 2015, Yuni masih menjabat sebagai salah satu petinggi PT Freeport Indonesia.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP