Sering disiksa kapten di atas kapal, 8 ABK terjun ke laut
Merdeka.com - Delapan anak buah kapal (ABK) KM Barito Pasifik, nekat terjun ke laut karena tidak tahan sering dianiaya oleh Kapten Kapalnya sendiri. Dari delapan ABK, dua di antaranya ditemukan selamat terdampar di Pantai Sendang Sikucing, Kendal, Jawa Tengah, Senin (7/1). Sementara enam ABK lainnya sampai saat ini belum diketahui di mana keberadaannya alias hilang.
Dua ABK yang selamat yaitu Eldy Muhamad Putra (18) warga Cengkareng, Jakarta Barat dan Agus Muhamad Ari (18), warga Pademangan, Jakarta Utara. Kedua ABK itu kini masih berada di Polsek Rowosari, Kendal untuk dimintai keterangan polisi sekaligus menunggu dijemput oleh keluarga mereka masing-masing.
Kedua ABK ini, ditemukan warga sekitar pantai secara terpisah dengan kondisi lemas akibat berupaya berenang menyelamatkan diri.
Kepada polisi keduanya mengaku, melompat dari kapal tempatnya bekerja karena selalu dianiaya kapten berkali-kali. Dengan perlakuan yang kasar dari Kapten Kapal lima orang melompat ke laut pada Jumat (4/1) pagi di perairan sekitar Kalimantan dan tidak tahu kabarnya. Sedangkan tiga orang lagi melompat pada sore harinya di sekitar wilayah perairan Tegal. Selama dua hari terapung-apung di laut Satu ABK tenggelam terseret arus.
"Saya bersama-sama teman-teman ABK lainya hampir setiap hari disiksa dan dianiaya oleh kapten kapal, karena tidak kuat maka kami sepakat untuk nekat lompat ke laut saja," ungkap Eldy Muhammad Putra salah satu ABK selamat saat ditemui wartawan di Mapolsek Rowosari, Kendal, Jateng, Senin (7/1).
Kapolsek Rowosari, AKP I Wayan Saputra saat dikonfirmasi wartawan menyatakan korban ditemukan terpisah di pantai Cahaya dan pantai Sendang Sikucing yang berjarak lebih dari satu kilometer. Korban menggunakan pelampung dan gabus saat terjun ke laut.
"Kondisi kedua korban saat ini masih lemah. Sambil menunggu dijemput keluarga, untuk sementara ini akan menginap di Mapolsek," ungkapnya pendek. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya