Sering diintimidasi, ratusan driver angkutan online di Medan demo
Merdeka.com - Lebih dari 200 pengemudi atau driver angkutan online di Kota Medan berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro, Medan, Senin (18/12). Mereka menuntut agar tidak lagi diperlakukan sewenang-wenang.
Unjuk rasa ini dilakukan pengemudi yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Medan. Dalam aksi ini, pengunjuk rasa mengenakan seragamnya masing-masing. Mereka memarkirkan mobil dan sepeda motornya di depan kantor Gubernur Sumut, kemudian berorasi dan menampilkan poster yang berisi keluhannya selama ini.
Pengunjuk rasa juga membawa petisi yang dibacakan saat unjuk rasa. Dalam petisinya, ADO menyatakan intimidasi terhadap driver online terus terjadi.
"Masih ada zona larangan bagi driver online untuk pick up penumpang," jelas Syaiful Bahri, salah seorang pengurus ADO Kota Medan.
Di sejumlah lokasi di Kota Medan, driver angkutan online memang masih dilarang untuk menaikkan penumpang, seperti di kawasan bandara, depan stasiun kereta api, dan sejumlah lokasi lainnya. Para driver pun jadi tidak nyaman dalam berusaha.
Para driver juga meminta agar perusahaan penyelenggara angkutan online tidak berlaku arogan. Semisal, dengan men-suspend driver dengan cara sepihak dan sewenang-wenang. Pemutusan mitra sering dilakukan tanda peringatan terlebih dulu. "Perlakukan kami seperti karyawan, bukan mitra secara sewenang-wenang," sambung Syaiful.
Pengunjuk rasa juga menuntut agar dibuat keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Perusahaan diminta tidak melakukan penerimaan driver tanpa ada batasan agar terjadi persaingan sehat di lapangan.
Dalam unjuk rasa itu, pengunjuk rasa juga menuntut agar pemerintah mengikutsertakan mereka dalam penyusunan regulasi angkutan online. Selama ini, para pengemudi hanya menerima informasi lewat media. Sementara implementasi peraturan itu tak jarang diwarnai penyimpangan dalam praktik di lapangan.
"Dalam proses pendaftaran ke badan hukum kami diminta memberikan biaya pendaftaran dan lain-lain," jelas Syaiful.
Sejumlah perwakilan driver angkutan online masuk ke kantor Gubernur Sumut. Sementara rekan-rekannya masih menunggu di luar.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya