Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Serangkaian kasus kakak bunuh adik

Serangkaian kasus kakak bunuh adik ilustrasi pembunuhan. sxc.hu

Merdeka.com - Dilahirkan sebagai saudara kandung, tidak selalu menjamin kakak beradik selalu akur satu sama lain. Terkadang, kedua belah pihak tak ingin mengalah hanya karena saling berebut sesuatu atau persoalan sepele.

Tak jarang, pertengkaran antara kakak dan adik bahkan berujung pada pembunuhan saudara kandungnya sendiri. Terakhir, seorang kakak tega menggorok leher adiknya hingga putus di Pekalongan, Jawa Tengah.

Sang kakak, Temon Pamuji (17) melarikan diri dari rumahnya usai menggorok adiknya Slamet Setiyani (10), siswa kelas 4 SD. Pembunuhan itu terjadi setelah keduanya terlibat pertengkaran akibat berebut es. Kini, pelaku sudah dalam pengejaran polisi.

Peristiwa ini menambah deretan pembunuhan sadis yang dilakukan oleh saudara sendiri.

Sebelumnya, pada Senin, 6 Februari pelaku berinisial VNE (19) tega membunuh adiknya, Refly Naldo (13). Dari hasil penyelidikan polisi, pembunuhan itu terjadi karena pelaku merasa dendam akibat sering diumpat korban.

Peristiwa bermula ketika VNE baru pulang bekerja. Sampai di rumah, Refly meminta kaos kaki yang dibeli kakaknya untuk bermain futsal, namun pelaku justru acuh dan mulai mengumpat.

Pertengkaran itu sempat dilerai oleh kerabat. Meski demikian, pelaku ternyata masih menyimpan dendam terhadap korban. VNE lantas masuk ke kamar Refly yang tengah bermain ponsel dan menindih badan adiknya sembari mencekik lehernya, namun aksinya mendapat perlawanan.

VNE langsung diamankan warga karena curiga refly meninggal karena dianiaya pelaku. Warga lantas menyerahkan VNE ke petugas kepolisian untuk di proses. Kini VNE harus mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman 15 tahun penjara.

Di dari Banjarmasin dilaporkan, diduga mengalami sakit jiwa dan sering mengamuk di dalam rumah, Marhad (19) tewas ditikam kakaknya, Mahrani (21). Peristiwa ini terjadi pada 5 Januari 2012 lalu di tempat tinggal mereka, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kedua kakak beradik ini sempat terlibat pertengkaran karena pelaku kesal dengan ulah korban yang sering mengamuk. Pasalnya, sehari sebelumnya korban sempat mengancam kedua orang tuanya sendiri dan membuat pelaku tidak terima.

Akibatnya, usai pulang kerja, Mahrani lantas menantang duel Marhad, hingga keduanya terlibat perkelahian. Diduga karena kalah, pelaku lantas mengambil pisau dan menusuknya di dada kiri dan lengan kiri korban. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP