Sepekan tidak diangkut, sampah kepung Samarinda
Merdeka.com - Ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda, dipenuhi sampah. Empat hari terakhir ini, sampah tidak diangkut petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda. Sampah meluber hingga ke badan jalan.
Penelusuran merdeka.com, sampah meluber di 2 lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) di Jalan Jelawat, 2 TPS di Jalan KH Wahid Hasyim, TPS di Jalan Sultan Alimudin hingga di kawasan pusat kota di Jalan Dr Soetomo. Imbasnya, bau busuk menusuk hidung pengguna jalan yang melintas.

"Sampah di sini (Jalan Jelawat) sudah seminggu tidak diangkut. Apalagi Lebaran, sampah tambah banyak," kata Heriyanto, warga Jalan Jelawat, kepada merdeka.com, Kamis (7/7).
Warga menyayangkan, DKP membiarkan sampah menumpuk di TPS hingga berhari-hari. Tumpukan sampah membuat warga kesal.
"Bagaimana tidak kesal ya, memangnya kita disuruh cium sampah berhari-hari? Biasanya kalau Lebaran, hari kedua Lebaran ini biasanya sudah ada petugas DKP angkut sampah," keluh Hermina, warga Jalan KH Wahid Hasyim.

"Ini benar-benar menumpuk, benar-benar tidak ada yang mengangkut. Jadinya bau busuk, bau menyengat," ujar Hermina.
Tidak hanya di TPS, sampah bekas pasar Ramadan di kawasan Jalan Kesuma Bangsa, yang juga merupakan kawasan pusat kota juga dipenuhi sampah berserakan. Padahal kantor pemerintahan banyak berdiri di kawasan ini.
"Samarinda benar-benar jorok, sampah dimana-mana. Tidak malu dengan orang luar kota yang mudik ke sini. Dimana petugasnya? Apalagi ini jalan (Jalan Kesuma Bangsa) utama, jalan tengah kota, dekat juga dengan Balai Kota," keluh Abdullah, warga sekitar Jalan Kesuma Bangsa.

"Sepertinya baru Lebaran ini ya banyak sampah dimana-mana. Seperti tidak ada program pengangkutan sampah, supaya bisa segera dibersihkan, tidak dibiarkan berhari-hari seperti ini," tambah Abdullah.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya