Sepasang kekasih jadi salah satu korban miras oplosan di Bekasi
Merdeka.com - Dua dari delapan korban tewas minuman keras oplosan di Kota Bekasi, Jawa Barat, adalah sepasang kekasih. Keduanya adalah Anisa Adilah Fitri (21) dan Ardiansyah (22) warga Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.
Anisa dan Ardiansyah berpesta minuman keras oplosan jenis ginseng di kediaman Bernik Adenan (22) di Kampung Utan, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan pada Minggu (1/4) malam lalu. Bernik juga tewas.
Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Hersiantony mengatakan, mereka membeli minuman keras kelas keras di sebuah warung jamu di Perumahan Surya Mandala, Bekasi Selatan. Polisi tak menemukan penjualanya ketika menggerebek pada Rabu (4/4) malam lalu.
Orang tua Anisa, Nur Ali (51) mengatakan, minuman keras mulai memberikan dampak pada Senin malam. Anisa merasakan kepalanya pusing, dan meminta diantar ke rumah sakit tak jauh dari rumahnya.
"Sampai di rumah sakit pingsan, dokter menyarankan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi," kata Nur Ali saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (6/4).
Belum lama di RSUD, Anisa menghembuskan nafas terakhirnya. Keluarga pun akhirnya membawa pulang jenazah janda beranak satu tersebut untuk dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di belakang rumahnya.
Tak hanya Anisa, pacarnya Ardiansyah dan kawannya Bernik juga tewas. Semua korban telah dimakamkan oleh keluarganya.
Seperti diketahui, sebanyak delapan warga Bekasi tewas akibat menenggak minuman keras oplosan. Sumber minuman tersebut berasal dari pabrik miras oplosan milik Ali Marhatis alias Brewok di Jatirasa, Jatiasih. Kini Brewok menjadi buronan polisi.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya