Sepanjang Agustus, Kasus Covid-19 di Sumbar Berasal dari Varian Delta
Merdeka.com - Kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) berasal dari varian Delta sepanjang Agustus 2021. Hal itu disampaikan Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dr Andani Eka Putra di Padang, Jumat (3/9).
Dia mengatakan, virus Covid-19 varian Delta itu sendiri sudah mulai terdeteksi di Sumbar dari Juni 2021 lalu. Di mana saat itu angkanya 53 persen, kemudian pada Juli 2021 mencapai 93 persen.
“Berdasarkan data yang ada, Positivity Rate atau PR kita berada di 100 persen itu di varian Delta sepanjang Agustus 2021 kemarin,” kata dr Andani.
Dia menjelaskan, jika saat ini untuk tren kasus sendiri sudah menurun, karena telah melewati masa puncaknya. “Makanya, kita sekarang Positivity Rate di Sumbar turun, karena sudah lewat puncaknya, kemungkinan sudah tercapai Herd Immunity terhadap varian Delta tersebut,” jelas dr Andani.
Dia menguraikan jika tercapainya herd immunity itu karena sebagian besar populasi telah kebal terhadap varian virus tertentu. “Sehingga, terjadi perlindungan tidak langsung, atau kekebalan secara kelompok bagi mereka yang tak kebal dengan virus tersebut,” kata dr Andani.
Menurut dr Andani, seandainya 80 persen populasi kebal terhadap varian Delta, maka dengan demikian empat dari setiap lima orang yang bertemu itu, akan tidak berdampak lebih jauh.
“Pasalnya herd immunity tersebut, penyebaran varian Delta kita lihat sudah bisa dikendalikan. Oleh karena itu, penyebab kasus meledak pada tiga bulan terakhir, kalau sekarang kan sudah turun hingga 10 persen,” kata dr Andani.
Sementara itu, saat ini menurutnya yang harus diwaspadai ialah kemunculan dari varian baru Covid-19.
“Kita saat ini harus waspadai adanya varian baru, kita saat ini terus melakukan monitoring, mendata, menganalisa Sequen Gen, memprediksi dan langkah mitigasi dari potensi penyebaran varian baru yang lebih luas,” sebut dr Andani.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya