Sepak terjang Daeng Koro, pecatan Kopassus jadi gembong teroris
Merdeka.com - Nasib DPO teroris Daeng Koro berujung di timah panas polisi. Daeng Koro dinyatakan tewas setelah baku tembak sekitar 45 menit saat terdeteksi turun gunung guna mencari perbekalan di Parigi Moutong, Sulteng.
Nama Daeng Koro sudah terdengar di penjuru negeri karena disebut-sebut sebagai dalang di balik banyak teror di Poso, Sulteng. Bersama Santoso, Daeng Koro bersembunyi dan membuka pelatihan militer di gunung-gunung di sekitaran Poso.
Penguasaan medan dan lihai dalam memakai senjata membuat Daeng Koro dan DPO lainnya sulit dibekuk polisi. Senjata memang bukan barang baru bagi lelaki berusia 52 tahun ini karena dulu Daeng Koro pernah mengecap ilmu kemiliteran.
Kendati demikian, pihak TNI menolak kalau Daeng Koro dianggap mempunyai kemampuan di atas rata-rata.
"Daeng Koro yang bernama asli Sabar Subagio dulu seorang anggota TNI yang sudah dipecat. Dia pernah berdinas di Kopasandha tahun 1982, namun tidak mempunyai klasifikasi Komando apalagi mempunyai kemampuan khusus sebagai seorang prajurit Kopassus karena pada saat mengikuti latihan Komando (sekarang latihan Kopassus) yang bersangkutan tidak lulus," ungkap Kadispenad Kolonel Wuryanto melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Minggu (5/4).
Bahkan Subagyo alias Daeng Koro ini dinilai cuma lihai bermain voli daripada berperang. "Selama bertugas di Kopassuspun Daeng Koro hanya sebagai prajurit yang ditugaskan di bagian pelayanan dan hanya mengikuti TC (Training Center) Volley karena memang bisanya hanya main voli," tandas dia lagi. (mdk/rep)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya