Seorang Perawat RSUD Garut Meninggal Dunia usai Terpapar Corona
Merdeka.com - Seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD dr Slamet Garut, meninggal dunia karena terpapar Covid-19, Jumat (5/2). Sebelum meninggal dunia, nakes itu sempat menjalani perawatan dan isolasi ruang ICU karena kondisinya yang terus drop.
Direktur RSUD dr Slamet Garut, dr Husodo Dewo Adi membenarkan bahwa nakes yang meninggal adalah pegawai RSUD dr Slamet sebagai perawat di salah satu ruangan rawat inap non-Covid-19.
"Sebelum meninggal dia terkonfirmasi positif Covid-19 dan sempat diisolasi. Terakhir masuk ICU karena kondisinya yang semakin parah. Dia meninggal di ruang ICU khusus Covid-19," kata Husodo kepada wartawan.
Husodo mengatakan bahwa perawat yang meninggal berstatus sebagai pegawai tidak tetap yang sudah bekerja bertahun-tahun di RSUD dr Slamet Garut. Kemungkinan perawat yang diketahui bernama Sofwan Ambari itu terpapar virus corona dari luar tempat kerjanya.
Sofwan diketahui merupakan nakes kedua di Kabupaten Garut yang meninggal dunia akibat Covid-19. Sebelumnya, seorang bidan salah satu Puskesmas di Kabupaten Garut meninggal dunia karena terpapar virus corona saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya pada Januari 2021.
Sementara itu, Humas RSUD dr Slamet Garut, Cecep Ridwan menambahkan bahwa Sofwan diketahui meninggal pada Jumat (5/4) sekitar pukul 13.18 WIB. Sofwan meninggal dunia di usia 36 tahun dan menjalani perawatan sejak 19 Januari 2021.
"Ia dirawat bersama istrinya yang juga terpapar Covid-19. Istrinya juga sama nakes dan dirawat di sini. Tadi juga sudah tahu kalau suaminya meninggal," ucapnya.
Meninggalnya Sofwan menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekannya sesama perawat, bidan hingga dokter. Saat jenazahnya hendak dibawa ke kampung halaman di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut menggunakan ambulans, ratusan tenaga kesehatan tampak berjejer sambil memberikan penghormatan terakhir untuk Sofwan.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya