Seorang Penggali Sumur di Garut Meninggal karena Gas Beracun
Merdeka.com - Seorang penggali sumur bernama Dadan (50) meninggal dunia diduga menghirup gas beracun dari dalam sumur yang tengah digali bersama temannya, Rabu (13/10). Komandan Koramil Cisurupan, Kodim 0611 Garut, Kapten Inf Iyus Rustandi mengatakan bahwa Dadan diketahui tengah menggali sumur bersama temannya di Kampung Pedes Nunggal, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Sekitar pukul 12.00 WIB, korban bersama rekan kerjanya sempat beristirahat dari kegiatan penggalian sumur. Korban bersama rekannya kembali melanjutkan pekerjaan untuk menyelesaikan kegiatan pembuatan sumur sekitar pukul 13.00," kata Iyus.
Saat hendak melanjutkan pekerjaan, ungkap Iyus, Dadan melihat peralatan penggalian sumur tertinggal pada kedalaman mencapai 7 meter. "Korban saat itu langsung masuk ke dasar sumur untuk mengambil peralatan," ungkapnya.
Saat berhasil turun ke dasar sumur, dijelaskannya, diduga keluar gas beracun sehingga membuat korban terlihat oleh rekannya lemas lalu tidak sadarkan diri. Melihat Dadan tidak sadarkan diri, saat itu rekannya meminta bantuan warga sekitar.
Menurut Iyus, saat itu tidak ada warga yang berani membantu karena khawatir akan gas beracun yang keluar dari dasar sumur. Setelah berkoordinasi, pihaknya meminta tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut untuk melakukan evakuasi.
"Korban akhirnya bisa dievakuasi dari dasar sumur oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan langsung dibawa ke Puskesmas Bayongbong. Diketahui korban ini sudah dalam kondisi meninggal dunia saat berhasil dievakuasi," tutup Iyus.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya