Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seorang Pemuda di Gorontalo Babak Belur Diduga Dihajar Polisi

Seorang Pemuda di Gorontalo Babak Belur Diduga Dihajar Polisi ilustrasi pemukulan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pemuda yang bernama Dewo T. Aditya Gude asal Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, babak belur setelah mendapatkan bogem mentah dari salah seorang polisi dari kesatuan Polres Kota Gorontalo. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (18/10) pagi di Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo.

Aditya Gude mengaku, awalnya dia bersama teman-temannya sedang nongkrong di lokasi kejadian. Tiba-tiba beberapa polisi yang sedang patroli menghampiri korban dan memaksa buka baju serta melakukan penganiayaan.

"Saya langsung dihajar tanpa ada pertanyaan, Pak Polisi itu langsung memaksa buka baju dan menghajar saya habis-habisan sampai banyak luka di bagian wajah saya dan kepala akibat dipukul gitar. Dan saya tidak terima ini, karena saya tidak tahu apa-apa langsung saya dihajar habis-habisan sampai kepala saya mengalami luka robek," kata Aditya Gude kepada merdeka.com, Senin (19/10).

Keterangan yang sama juga disampaikan Yudha, salah seorang saksi. Dia mengaku awalnya bersama korban sedang nongkrong. Ketika hendak pulang, tiba-tiba datang mobil patroli Polisi dengan anggota berjumlah sekitar empat orang.

Belum diketahui pemicunya, tiba-tiba polisi tersebut marah kepada kawanan pemuda termasuk korban yang sedang nongkrong. Bahkan gitar yang dipegang korban dirampas polisi lalu dipukulkan ke kepala korban hingga berdarah, akibatnya korban jatuh tersungkur dan pingsan.

"Saya melihat polisi memukulnya (korban) hingga terjatuh, dan merampas gitar yang dipegang korban dipakai memukul kepala sebelah kiri hingga berdarah. si korban jatuh pingsan dan bukannya berhenti, malah dengan beringas masih menendang kepala korban yang sudah tidak berdaya," ujar Yudha.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun kata dia, kasus tersebut masih didalami Propam.

Dari informasi yang diterima pada Minggu (18/10) sekitar 04.30 WITA, masuk laporan bahwa ada pelemparan mobil patroli oleh orang tidak dikenal di sekitar Jalan Panjaitan.

Kemudian oleh Kepala SPKT bersama petugas piket mengecek ke lokasi yang dilaporkan masyarakat, dan didapati beberapa masyarakat yang sedang nongkrong dan sebagian dipengaruhi oleh minuman keras, dan saat ditegur justru melawan petugas.

"Ini info sementara yang saya terima. Makanya nanti dibuktikan dalam proses penyelidikan dari keterangan para saksi yang ada di TKP, kan masih proses lidik. Dan ini yang nantinya akan dibuktikan berdasarkan keterangan saksi-saksi di TKP," terang Wahyu.

Terpisah, ibu korban, Feni Gude menyayangkan kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan polisi terhadap anak laki-lakinya tersebut.

"Saya sangat kecewa atas tindakan oknum Kepolisian yang anarkis. saya berharap agar pelaku penganiayaan mendapatkan hukuman yang setimpal. Polisi sebagai seorang pengayom masyarakat setidaknya jangan langsung main hakim sendiri. Anakku itu, masih manusia bukan binatang, kan lebih baik kalau memang bersalah diamankan saja di kantor itu saya tidak berkeberatan," kesal Feni.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP