Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seorang ibu paksa 4 anaknya ngemis, sehari harus dapat Rp 100 ribu

Seorang ibu paksa 4 anaknya ngemis, sehari harus dapat Rp 100 ribu Ilustrasi Pengemis. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang warga Jalan Nelayan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, berinisial EO dilaporkan ke Mapolresta Pekanbaru. EO dilaporkan karena diduga memaksa 4 orang anak kandungnya untuk mengemis.

Ketua LPA Riau, Esther Yuliani saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya melaporkan EO ke Mapolresta Pekanbaru. "Ini masih membuat laporan ke PPA Polresta," katanya, Jumat (1/4).

Menurut Esther, dugaan eksploitasi ini dilakukan EO terhadap anaknya berinisial CRB, NAB, FAF, dan IB. Karena semua anaknya masih di bawah umur, perempuan 36 tahun itu akan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau.‎

"Tiga anak masih sekolah, yang pertama berusia 16 tahun. Sementara anak kedua dan ketiga di sekolah dasar serta anak paling kecil belum sekolah," kata Esther.

Menurut Esther, hal ini dilakukan EO selaku ibu kandung 4 anak itu tanpa ada campur tangan dari suaminya karena dalam kondisi sakit.

"Suami dari EO ini sakit dan tidak tahu apa yang diperbuat sama istrinya. Jadi, dugaan eksploitasi ini dilakukan oleh EO," jelas Esther.

Dikatakan Esther, EO menyuruh anak untuk mengemis di sejumlah titik di Kota Pekanbaru. Dia menargetkan anaknya untuk membawa uang Rp 100 ribu per hari.

"Jadi ada targetnya, Rp 100 ribu per hari setiap anak. Kalau tidak sampai, EO diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya," ucap Esther.

Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono dikonfirmasi membenarkan adanya laporan ini. Pihaknya juga melakukan penyelidikan terkait dugaan kekerasan dan pemaksaan mengemis itu.

"Kita ambil keterangan korban didampingi LPA," sebut Putut.

Menurut Putut, pihaknya masih mendalami dan mencari motif EO sehingga memaksa mempekerjakan anak sebagai pengemis.

"Ada juga anak yang bekerja dengan niat tulus membantu ekonomi orangtuanya dan ada juga yang dipaksa. Kita harus tahu alasannya," pungkas Putut.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP