Sentot terlebih dahulu menyiksa keponakan sebelum disodomi
Merdeka.com - Sentot Yunarto (30), warga Pakunden Pesantren, Kota Kediri, yang juga tersangka sodomi terhadap keponakannya berinisial HA (2,5) mengaku sempat menyiksa korban secara sadis.
"Saya membantingnya ke lantai dan menyudut duburnya dengan solder listrik panas, sebab menolak saya sodomi," kata Sentot Yunarto kepada wartawan di Mapolres Kediri Kota, Rabu (29/6).
Dari pengakuan tersangka ini semakin menguatkan hasil autopsi dokter RS Bhayangkara Kediri. Di mana di kepala korban ada retakan sepanjang 14 sentimeter, dan di dubur korban yang mengalami luka bakar parah. Kedua luka ini yang menyebabkan korban meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan dokter.
Yang lebih kejam lagi, dari pengakuan tersangka dirinya sempat sodomi korban setelah korban tak sadarkan diri.
"Orang tua korban sempat mencabut laporannya, namun karena korban meninggal dunia maka kita langsung menindaklanjuti kejadian ini," kata Kapolres Kediri Kota AKBP Wibowo.
Ditambahkan AKBP Wibowo, berdasarkan pemeriksaan secara maraton di Unit PPA, tersangka sudah dua kali melakukan perbuatan bejat tersebut. Yaitu pada Mei 2016 dan 27 Juni 2016.
Masih menurut Wibowo, tersangka mengakui melakukan perbuatan tersebut karena selama ini merasa tertekan dengan istrinya.
"Tersangka iri dengan orang tua korban yang sudah memiliki anak, sementara dia yang baru menikah belum dikaruniai anak. Tersangka kita kenai pasal 80 UU RI Nomor 35 /2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sentot tega mensodomi HA hingga tewas. Pelaku yang kini sudah diamankan diduga mengalami gangguan orientasi seksual, hingga tega melakukan kekerasan seksual pada keponakannya sendiri yang masih balita. Korban sebelum tewas sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Kediri, Selasa (28/6).
Menurut keterangan Heri Kristiono juru bicara keluarga korban menyebutkan, kejadian ini bermula dari laporan ayah korban Aditri Wahono (34) yang pada tanggal 27 Juni 2016 sekitar pukul 12.30 mencari anaknya di rumah Sentot.
Saat menemui anaknya, HA sudah dalam keadaan pingsan dan kondisi kening sebelah kirinya bengkak. Karena khawatir, akhirnya korban dibawa pulang ke rumah di Burengan, Kecamatan Pesantren. Di sana dia sempat dioleskan minyak angin. Karena kondisi korban yang tak kunjung sadar, akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Kediri.
Aditri membawa sendiri anaknya yang dalam keadaan tak sadarkan diri, sebab istrinya akan menjadi TKW masih di penampungan di Surabaya. Sampai di rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan luka di bagian anus. Dari keteragan dokter tersebut akhirnya Aditri melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri Kota.
Polisi yang mendapatkan laporan akhirnya langsung bergerak, korban sendiri selama menjalani perawatan di rumah sakit dalam keadan koma, dan dipastikan meninggal dunia, Selasa siang (28/6). Dan pada malamnya usai magrib dilakukan autopsi dengan hasil korban mengalami kekerasan seksual. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya