Sentilan Wapres JK ke Setya Novanto soal pelaporan meme
Merdeka.com - Ketua DPR Setya Novanto melalui kuasa hukumnya Fredrich Yunadi melaporkan sejumlah akun media sosial. Akun itu disebut-sebut mengedit foto Novanto saat dirawat di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur.
"Kita melaporkan adanya suatu penghinaan dan pencemaran nama baik melalui meme yang sekarang beredar di mana-mana. Ada sekitar 60-an," kata Fredrich di gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, Rabu (1/11) lalu.
Novanto, kata Fredrich, merasa terganggu atas foto yang sudah diedit menjadi meme dan tersebar di jagat maya.
Laporan bernomor LP/1032/X/2017/BARESKRIM ini telah masuk ke kepolisian sejak 10 Oktober lalu dengan pelapor Yudha Pandu, salah satu anggota tim kuasa hukum Novanto.
Tak perlu waktu lama buat Polri untuk meringkus pelaku.
Adalah Dyann Kemala Arrizzqi yang dicokok polisi karena menjadi satu dari sekian banyak penyebar meme Novanto. Dyann ditangkap Selasa (31/10) lalu.
"Telah dilakukan penangkapan terhadap saudari DN (Dyann Kemala Arrizzqi) yang bersangkutan diduga telah melakukan kejahatan siber yang termasuk dalam pasal 27 ayat 3 UU ITE, yaitu melaksanakan atau melakukan fitnah terhadap Setya Novanto. Tadi malam kita sudah melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan," kata Kasubdit 2 Siber Bareskrim Mabes Polri Kombes Asep Safrudin di Bareskrim Mabes Polri, Rabu (1/11).
Pro kontra terjadi. Segelintir pihak mendukung langkah Novanto dengan dalih agar ada efek jera. Namun, tak sedikit yang kontra dan menilai Novanto berlebihan.
Kritikan salah satunya datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Kalau semua meme-meme itu harus diadili, capeklah nanti pengadilan itu," kata Wapres JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (7/11).
Wapres JK melihat, meme Setnov yang tersebar di media sosial bukan bentuk penghinaan dan pencemaran nama baik. Melainkan sekadar karikatur.
"Itukan semacam karikatur. Ya kan, itu ekspresi," ucapnya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan, jika Setnov tetap mempersoalkan penyebaran meme tersebut, maka sebaiknya dokter RS Premiere Jatinegara angkat bicara. Sebab, meme yang beredar adalah foto Setnov saat dirawat di RS Premiere Jatinegara.
"Yang paling pokok di sini ialah sebenarnya kasus ini harus ada penjelasan dari dokter. Iya, itu yang paling pokok," ujar dia.
"Harus dokter menjelaskan bahwa dia memang sakit," lanjut Wapres JK.
Sejak disebut-sebut terlibat kasus megakorupsi proyek pengadaan e-KTP, Ketua Umum Partai Golkar itu acap kali mewarnai pemberitaan media massa tanah air. Betapa tidak, Novanto disebut cukup mempunyai peran di Parlemen untuk memuluskan proyek yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu.
Waktu berjalan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP. Pun kemudian ia dipanggil KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, namun Novanto terus mangkir.
Hingga akhirnya, ia dikabarkan jatuh sakit hingga harus menjalani rawat inap di RS Premier Jatinegara pada 18 September sampai 2 Oktober. Tak tanggung-tanggung, mulai dari vertigo hingga penyakit jantung bersarang di tubuh Novanto.
Novanto juga sempat menjalani operasi kateterisasi jantung. Namun, hal itu tidak lantas dipercaya khalayak, sebab belum ada bukti otentik yang menunjukkan keberadaan Novanto di rumah sakit tersebut. Selang beberapa hari Novanto dikabarkan sakit, beredar foto yang menunjukkan dirinya telah terbaring, banyak selang infus yang ditancapkan ke tubuh Si Ketua Umum Partai Golkar ini.

Dalam foto itu, mata Novanto terpejam. Tubuhnya terbaring di tempat tidur menggunakan kaos putih dan ditutupi selimut cokelat. Alat bantu pernapasan dan infus terlihat terpasang di hidung dan lengannya. Sejumlah peralatan medis hingga elektrokardiograf atau alat ukur detak jantung nampak terlihat di sisi kiri ranjang Setnov tiduri.
Sayang, banyak pihak menangkap adanya kejanggalan dalam foto. beberapa kejanggalan itu seperti, monitor elektrokardiograf yang bergaris lurus, kemudian denyut nadi yang menunjukkan di angka 90, artinya denyut nadi Novanto masih normal.
Selanjutnya ekspresi Politikus Golkar Endang Srikarti Handayani yang tertangkap kamera sedang menjenguk Novanto. Di situ tampak bibir Endang menyunggingkan sebuah senyuman.
Alat bantu pernapasan pun tak luput dari kritikan. Di foto nampak alat itu hanya menutupi hidung tidak sampai ke mulut.
Berangkat dari kejanggalan-kejanggalan itulah yang membuat segelintir orang membuat meme foto Novanto. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya