Senjata tanpa awak akan diuji coba di Perairan Bulukumba
Merdeka.com - Empat unit oerlikon skyshield, senjata tanpa awak akan diujicoba di perairan Bulukumba, titik lokasinya di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bontobahari di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulsel.
Senjata yang sepaket dengan radarnya itu diujicobakan dalam latihan 2 satuan Pasukan Khas (Paskhas). Berlangsung selama tiga hari.
Komandan Detasemen (Danden) Hanud 472 Paskhas Mayor Ferial mengatakan telah berada di lokasi latihan. Kata dia, latihan itu mulai berlangsung, Selasa (11/7). Keesokan harinya, Rabu (12/7), belasan jenderal bintang satu dan bintang dua dari Mabes TNI akan turun memantau jalannya latihan sekaligus uji coba senjata canggih itu. Puncak latihannya, Kamis (13/7).
Mayor Ferial menjelaskan, empat unit senjata oerlikon ini adalah senjata pertahanan udara berupa penangkis serangan dari bawah ke udara. Merupakan senjata canggih tanpa awak, dikendalikan sistem yang berada dalam satu ruangan.
"Tembakan-tembakan dari senjata canggih ini akan menembak ke arah laut dengan radius latihan sejauh 30 kilometer. Target atau sasaran tembaknya berupa drone berbentuk pesawat dengan ukuran panjang 2 meter. Keberadaan drone-drone sebagai penyerang dari atas udara ini akan ditangkap melalui radar kemudian ditembak," jelas Mayor Ferial yang dikonfirmasi, Senin (10/7).
Sementara Kapolres Bulukumba AKBP Anggi Naulifar Siregar yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan penyelenggara latihan tersebut. Kata dia, latihan personel TNI AU tersebut telah disampaikan ke masyarakat agar tidak kaget jika terjadi ledakan.
"Jalan-jalan desa yang mengakses langsung ke lokasi latihan itu sudah ditutup, kita lakukan sterilisasi. Masyarakat harus menjauh dari lokasi sekitar 5 hingga 10 kilometer," kata Anggi seraya menambahkan, personel yang dikerahkan untuk mengamankan sebanyak 25-30 orang. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya