Sengketa perbatasan, RI-Timor Leste belum capai kesepakatan
Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan, sejumlah titik perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste hingga kini masih belum selesai karena masih menunggu hasil proses perundingan kedua negara. Kondisi itu menjadi penyebab terjadinya konflik hingga perebutan lahan antara warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste.
"Ya perbatasannya kan memang ada beberapa titik yang masih di dalam perlindungan kedua negara," kata Djoko Suyanto di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (7/8).
Djoko mengakui, sampai saat ini pemerintah RI dan Timor Leste belum menemui kesepakatan terhadap titik-titik perbatasan yang menjadi sengketa itu. Namun, dia berharap agar proses itu dapat segera terselesaikan.
"Ya, namanya perundingan harus dicari kesepakatan-kesepakatan yang klop antara kedua negara," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Nusa Tenggara Timur yang berada di perbatasan bertikai dengan warga Timor Leste karena warga Timor Leste berniat membangun kantor bea cukai. Padahal tanah yang sudah dikerjakan itu masih dalam sengketa.
"Terjadi perselisihan warga tapal batas NTT dengan Timor Leste. Diawali pada tanggal 21 Juli lalu masyarakat Timor Leste menggali tanah luas 8x5 m, kedalaman 2 m. Rencana untuk kantor bea cukai," jelas Kabag Penum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di kantornya, Rabu (1/7).
Masyarakat NTT yang tak terima kemudian mulai melakukan upaya penghadangan. Setelah mereda, pertikaian ini kembali lagi di tanggal 31 Juli.
Pasukan pengamanan perbatasan kemudian langsung melakukan penjagaan dan pemantauan di perbatasan baik dari TNI dan Polri. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya