Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sengketa lahan di Padang Lawas, dua petugas kritis

Sengketa lahan di Padang Lawas, dua petugas kritis ilustrasi. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Perebutan lahan kembali menelan korban. Kali ini dua petugas keamanan perkebunan di Padang Lawas, Sumatera Utara, kritis setelah terlibat bentrok dengan warga.

Dua petugas PT SRL itu bersimbah darah terkena sabetan senjata tajam. Namun, identitas keduanya belum diketahui.

Mereka jadi korban setelah terlibat bentrok dengan puluhan anggota Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri. Bentrok terjadi di Desa Hadundung Pintu Padang, Kecamatan Aeknabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas, sekitar 390 km dari Kota Medan.

Selain korban luka, satu unit mobil Mitsubishi Strada dirusak warga. Korban langsung dievakuasi dari lokasi kejadian. "Kita nggak tahu ke mana dibawa karena di sini jauh dari kota. Sedangkan dari pihak warga hanya luka ringan. Mereka diobati di tempat ini," ujar Sugianto saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (28/4).

Bentrok dua kelompok ini dipicu sengketa lahan yang berlangsung sejak 2008. Sugianto menyatakan, kejadian ini bermula pada Jumat (27/4). Ketika itu, pihak PT SRL membuldozer lahan yang diusahakan masyarakat. "Bahkan dua rumah yaitu milik Manurung dan Nainggolan dirusak," ucap Sugianto.

Bentrok hari ini bermula ketika karyawan dan sekuriti PT SRL melintas di kawasan yang disengketakan. Mereka dihadang warga, sehingga bentrok tidak terhindarkan.

"Itu terjadi karena warga sudah emosi, dan pihak SRL terus memajukan mobilnya ke arah warga yang melakukan penghadangan," kata Ketua Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri R Hutasoit.

Sementara itu, KaroOps Polda Sumut Kombes Iwan Hari Sugiarto menyatakan, satu orang warga ditahan dalam kejadian ini. "Bentrok terjadi karena warga menghadang karyawan perkebunan. Mereka juga merusak sepeda motor, bukan merusak mobil," katanya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP