Semua Kecamatan Kota Bekasi Masuk Zona Merah, Rapid Test Covid-19 Digelar Lagi
Merdeka.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta lagi alat rapid test kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menggelar rapid test. Tes secara masif ini untuk memetakan sebaran virus corona supaya bisa ditanggulangi dengan baik.
"Hasil rapid test sekarang menunjukkan bahwa sebaran virus sudah meluas di 12 kecamatan. Artinya semua kecamatan di Kota Bekasi sudah terpapar alias zona merah semua," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu (15/4).
Data terkini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 173 orang. Rinciannya 30 orang sembuh, 16 meninggal dunia dan 126 masih dalam perawatan. Adapun meninggal dunia dengan status suspect telah mencapai 54 orang.
Jumlah kasus tertinggi berada di Kecamatan Bekasi Selatan dengan jumlah positif sebanyak 34, lalu disusul Bekasi Timur 26. Kemudian terbanyak ketiga adalah Kecamatan Rawalumbu sebanyak 20 kasus. Sedangkan, paling sedikit adalah Bantargebang 4 kasus.
Menurut Rahmat, mereka terdeteksi positif setelah pemerintah melakukan tes masif terhadap 10 ribu orang menggunakan rapid test. Alat itu merupakan bantuan dari DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Yayasan Budda Tzu Tji.
"Semakin kita acak tes di tingkat RT dan RW, peningkatannya semakin luar biasa. Kemarin baru 61, sekarang 70 meninggal dunia, dua hari sepuluh orang," kata dia.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, semakin banyak yang dites semakin baik. Berkaca pada Korea Selatan, dia menyebut minimal tes masif dilakukan kepada 0,6 dari penduduk.
"Jadi kalau penduduk Kota Bekasi 2,4 juta, minimal itu 15 ribu itu harus diselesaikan, lebih banyak dari 15 ribu lebih bagus. Sekarang minimal dulu, kalau kurang ditambah lagi," ucap Ridwan Kamil.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya