Karut marut sistem UN online di hari pertama
Merdeka.com - Pelaksanaan Ujian Nasional berbasis online hari pertama digelar di seluruh Indonesia secara serentak. Sebagian pelajar di daerah mengalami kepanikan lantaran ada kendala teknis yakni mulai dari keterbatasan fasilitas komputer, login server komputer bermasalah sampai harus menyewa genset untuk mengantisipasi mati lampu.
Para pelajar merasa ketakutan, sebab dengan adanya kendala itu mereka menjadi tidak fokus untuk menjawab soal ujian. Belum lagi ancaman listrik padam yang secara tiba-tiba menjadi momok bagi pelajar menengah tingkat akhir ini.
Berikut kepanikan para pelajar saat melaksanakan UN Online seperti dihimpun merdeka.com, Selasa (5/4):
Hari pertama UN siswa SMK di Surabaya panik komputer tak bisa login
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comUjian Nasional hari pertama, di Kota Surabaya mengalami kendala. Terutama peserta ujian dari SMK Dr Soetomo Surabaya, yang mengerjakan soal berbasis Computer Base Test (CBT), pada Senin (4/4).26 Komputer yang digunakan untuk ujian, ternyata salah memasang jalur kabel dari CPU ke layar monitor komputer. Sehingga, tidak bisa menyala dan login untuk masuk data komputer.Peserta yang mengikuti Ujian Nasional dan pengawas sempat panik. Namun, itu bisa diatasi, ketika petugas teknik mencari penyebabnya."Ini hanya masalah teknis saja. Karena keliru memasang kabel di colokan dari komputer ke CPU. Sehingga jadi kendala, meski menyala tapi tidak bisa login," kata Kepala Sekolah SMA Dr Soetomo Surabaya, I Nengah Sudiana.Dia berharap, kedepannya tak ada lagi masalah teknis yang terjadi. Sebab, bisa mengganggu sistem proses saat berlangsungnya Ujian Nasional yang dilakukan secara serentak."Semoga hari kedua, Selasa besok tidak ada kendala," harapnya.
Pelajar SMA di Depok kesulitan login ke server
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBeberapa siswa yang menjalani ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sempat mengalami kendala. Seperti di SMAN 2 Depok, sejumlah siswa kesulitan saat login. Namun hal itu tidak berlangsung lama.Kesulitan saat login itu sempat membuat siswa ketakutan. Karena kendala itu memakan waktu beberapa menit yang dianggap sangat berarti bagi siswa. Seharusnya waktunya bisa untuk mengerjakan soal. Tapi justru terbuang karena susah login.Di saat siswa lain sudah mulai mengerjakan, namun ada siswa yang masih kebingungan. Setelah dicoba beberapa kali akhirnya berhasil masuk server. UN di SMAN 2 seluruhnya dilakukan dengan berbasis komputer."Kalau saya sudah siap karena sudah sering try out," kata Reffyansyah, salah satu peserta."Tiap hari UNBK akan dilakukan dalam tiga sif. Pelaksanaannya dilakukan hingga sore hari," kata Kepala SMAN 2 Depok, Agus Suherman.
Komputer terbatas, 484 pelajar di Kupang antre Ujian Nasional
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comLantaran keterbatasan ruang laboratorium komputer, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur, memberlakukan tiga sesi Ujian Nasional Berbasis komputer (UNBK), sehingga diperkirakan akan berlangsung hingga satu minggu ke depan.Sebanyak 484 peserta ujian di sekolah itu, harus dibagi tiga sesi lantaran kekurangan ruang laboratorium komputer.Siswa-siswa yang mendapatkan sesi kedua dan ketiga, terlihat hanya duduk bercengkrama dengan teman lainnya, dan bermain handphone, sambil menunggu giliran untuk mengerjakan soal ujian."Karena katong di sini SMK 1 siswa kelas tiga ada sekitar 400 orang, jadi ada tujuh lab, yang dibagi tiga sesi, jadi akuntansi sesi kedua. Beda ujian biasa dan UNBK, kalau ujian biasa, pakai pensil lingkar-lingkar, kalau UNBK hanya satu kali klik saja," ujar siswa jurusan Akuntasi SMKN 1 Kupang, Mitha Ndaomanu.Menurut ketua panitia UN SMKN 1 Kupang, I Nengah Aditanaya, tahun ini siswa SMKN 1 Kupang yang mengikuti UNBK berjumlah 484 peserta."Terdiri dari tiga sesi jadi sesi pertama itu dimulai jam 07.30 sampai jam 09.30, kemudian ada jeda persiapan untuk upload dan backup data. Kemudian sesi kedua kita mulai 10.30 sampai 12.30. Setelah itu kita istirahat siang, kemudian sesi ketiga kita mulai pukul 14.30 sampai 16.30," terangnya.
UN, sekolah di Aceh diminta siapkan genset antisipasi mati lampu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Banda Aceh, Syaridin mengatakan sebanyak 69.620 siswa di Aceh mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Dia meminta pihak sekolah untuk kesiapan teknis khususnya untuk pada saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)"Kita sudah memastikan kelengkapan fasilitas komputer dan jaringan serta servernya untuk pelaksanaan Ujian Nasional termasuk masalah listrik kita juga sudah koordinasi dengan PLN agar menjaga kondisi listrik tidak dipadamkan selama ujian berlangsung. Kita juga imbau untuk mencari solusi lain, misalnya dengan menyiapkan pembangkit listrik cadangan jika listrik padam," kata Syaridin.Syaridin mengungkapkan, hanya ada 18 sekolah di Banda Aceh yang menerapkan UNBK. Syaridin memastikan sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan UNBK telah menyiapkan data siswa, server, ketersediaan jaringan dan fasilitas sambungan internet serta kesiapan lainnya.Wakil Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan Aceh, Zulkarnaini menuturkan baru 91 SMA dengan jumlah siswa 14.215 orang yang sudah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan 898 sekolah dengan jumlah siswa 55.405 orang masih mengerjakan ujian nasional menggunakan kertas.Selain itu ada 11 sekolah Luar Biasa (LB) yang menerapkan UNBK dengan jumlah siswa 80 orang. Kemudian paket C ada 117 sekolah dengan jumlah 3.580 siswa di seluruh Aceh.Sedangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sudah menerapkan ujian berbasis komputer baru jumlahnya lebih banyak dibanding SMA yakni 176 sekolah dengan jumlah murid 12.228 orang. Sementara 135 sekolah SMK dengan jumlah siswa 6.410 orang masih menggunakan sistem manual."Jadi total peserta UN baik UNBK maupun Non UNBK seluruh Aceh sebanyak 69.620," pungkasnya.
Antisipasi mati listrik saat UN, pelajar SMA sewa genset Rp 10 juta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comUntuk mengantisipasi terjadinya mati listrik saat ujian, SMAN 2 Depok menyewa genset selama UNBK berlangsung. Genset tersebut disewa seharga Rp 10 juta"Kita sewa genset selama seminggu ini untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)," kata Kepala SMAN 2 Depok, Agus Suherman.Ketersediaan listrik salah satu hal penting untuk kelancaran ujian para pelajar. "Tentunya kami mengharapkan sih tidak ya (mati lampu)," harapnya.Sekretaris Disdik Kota Depok, Dewi Retno mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN agar tidak memadamkan listrik saat ujian berlangsung. "Kami berharap tidak ada kendala saat ujian," ucap Dewi.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya