Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat Ricuh, Massa Aksi #BengawanMelawan Bubarkan Diri dengan Tertib

Sempat Ricuh, Massa Aksi #BengawanMelawan Bubarkan Diri dengan Tertib Massa aksi #BengawanMelawan bubarkan diri. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Meski sempat terjadi kericuhan, aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Solo, Selasa (24/9) berakhir damai. Sebagian peserta aksi membubarkan diri usai menyampaikan tuntutan. Aksi demo yang dilakukan mahasiswa Solo Raya dimulai pukul 09.00 WIB di Plasa Manahan dan berakhir sekitar pukul 15.30 di gedung DPRD.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai memimpin langsung pengamanan aksi yang sempat ricuh tersebut. Menurutnya, ada 1250 personel gabungan Polri dan TNI yang ikut mengamankan jalannya aksi.

Di antaranya dari satuan Sabhara Polresta Surakarta dan Brimob Detasemen C Pelopor. Mereka terus berjaga di pintu gerbang DPRD agar para mahasiswa tidak masuk ke halaman gedung tersebut.

"Saya perintahkan agar seluruh aparat keamanan diam dan menahan diri. Kami mohon peserta aksi untuk mundur, kami bertahan," ujar Andy Rifai, saat suasana ricuh.

Andy juga meminta agar para pendemo yang terluka mendatangi sumber suara untuk diberikan pengobatan.

Koordinator aksi dari Komite Aksi Mahasiswa Tuntut Perjuangan Tani (Kamrat) Moh Zalhairi menyampaikan, ada 7 tuntutan yang mereka suarakan dalam aksi tersebut. Di antaranya tolak RUU Pertanahan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Mahasiswa juga menolak pelibatan militer dalam ranah sipil terutama dalam penanganan konflik.

"Kami minta pemerintah melihat aspek sejarah tanah dalam menyelesaikan konflik agraria," tandasnya.

Selain itu, cabut UU No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Lahan untuk Pembangunan Kepentingan umum, tutup hak penggunaan hutan dan hak guna usaha.

"Kami minta, distribusikan tanah kepada rakyat seluas-luasnya, buka ruang demokrasi. Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap konflik agraria di Solo Raya," pungkas dia.

Aksi demo menolak sejumlah revisi Undang-Undang (UU) tersebut sempat ricuh. Aparat kepolisian sempat menembakkan gas air mata dan water canon ke arah massa.

Aksi demo #BengawanMelawan itu semula berlangsung kondusif dan diisi dengan orasi di Jalan Adi Sucipto di depan gedung DPRD. Tetapi sekitar pukul 14.30 WIB, terjadi kericuhan setelah ada lemparan botol minuman dari arah pengunjuk rasa ke aparat polisi yang berjaga di depan pintu gerbang.

Aksi lempar tersebut terus diikuti oleh peserta demo lainnya. Massa memaksa untuk masuk ke gedung dewan dan berusaha menjebol barikade aparat setelah berhasil melewati pagar kawat duri. Mereka juga berusaha menjebol pagar gedung DPRD.

Aparat polisi langsung menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water canon ke arah massa untuk membubarkan mereka. Polisi juga mengejar pengunjukrasa yang berlarian.

Peserta aksi berasal dari berbagai universitas di Kota Solo seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Slamet Riyadi.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP