Sempat ramai tersangkut kasus Pasar Turi, Risma tetap raih BHACA
Merdeka.com - Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) telah memilih mantan walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai salah satu penerima penghargaan bergengsi tersebut. Dewan juri tak merasa terganggu meski beberapa pekan lalu Risma sempat ramai diberitakan menjadi tersangka atas kasus Pasar Turi yang ditangani Polda Jatim.
Ketua Dewan Juri BHACA 2015 Endy M. Bayuni menuturkan, dewan juri sempat menunggu dan melihat perkembangan kasus yang menyeret nama Risma. Ketika kasus tersebut telah selesai, dewan juri yakin memilih Risma.
Risma dipilih karena dinilai berhasil mengembangkan e-procurement (lelang pengadaan barang elektronik) agar proses pelelangan transparan dan bebas korupsi. Membangun sistem e-goverment sehingga membuat kontrol pengeluaran lebih mudah, mencegah praktik korupsi, dan menghemat Rp 600-800 miliar tiap tahun.
"Waktu kasus itu terbuka di pers kami juga dalam proses finalisasikan putusan kami kemudian kami nunggu ternyata kasus itu sudah clear dan tidak ada masalah sehingga kami sudah yakin," kata Endy di Cikini, Jakarta, Rabu (4/11).
Jika di kemudian hari peraih penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award terbukti terlibat tindak pidana korupsi, penobatannya akan dicabut.
"Ada keyakinan mereka terlibat dalam tindakan tidak sesuai peraih BHACA itu akan dicabut. Kami berharap bu risma tetap konsisten," lanjutnya.
Sebelumnya BHACA selama 12 tahun terbentuk telah membuat enam kali penobatan pemenang Bung Hatta Award. Tahun lalu BHACA menobatkan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang saat itu menjadi Wakil Gubernur DKI dan Nur Pamuji Direktur Utama PLN sebagai pemenang anugerah tersebut. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya