Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat Nol, Angka Kasus Positif Covid-19 di Jabar Kembali Naik

Sempat Nol, Angka Kasus Positif Covid-19 di Jabar Kembali Naik positif corona. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Jawa Barat kembali bertambah sebanyak 193 orang pada Senin (4/5/2020). Padahal, beberapa hari sebelumnya sempat tercatat mengalami penurunan bahkan nol kasus.

Penambahan kasus tersebut, total pasien yang terpapar sejak pandemi virus terjadi sebanyak 1.252 orang atau berada di posisi kedua di antara provinsi lain. Urutan pertama masih ditempati DKI Jakarta sebagai episentrum penyebaran virus yang mencatatkan total 4.539 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat yang juga Juru bicara gugus tugas penanganan covid-19, Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan angka tersebut tidak terlepas dari proses screening secara proaktif.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki sekitar 40 ribu reagen untuk polymerase chain reaction (PCR) test. Dari jumlah itu, 5 ribu di antaranya sudah digunakan. Saat ini, rencana yang terus direalisasikan adalah upaya peningkatan sampel PCR agar bisa melakukan seribu pemeriksaan sampel setiap hari.

"Mudah-mudahan di minggu ini kita sudah running pemeriksaan secara maksimal kapasitas di Labkesda Jabar dan laboratorium yang sudah bekerjasama dengan pemerintah provinsi (Jawa Barat)," kata dia melalui siaran pers daring.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, terdapat tiga kunci untuk menekan persebaran COVID-19 di Jabar, yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), larangan mudik, dan tes masif.

PSBB ia klaim mampu mengurangi pergerakan manusia. Sementara larangan mudik dapat menekan kasus impor dari zona merah yang merupakan episentrum COVID-19. Sedangkan tes masif bertujuan untuk memetakan persebaran COVID-19.

"Keberhasilan melawan COVID-19 dalam situasi sekarang ada 3 strategi, yaitu PSBB yang ketat, melarang mudik agar tidak ada kasus impor, lalu tes masif. Di situlah kita bisa menurunkan persebaran COVID-19," kata dia melalui siaran pers yang diterima.

PSBB di lima wilayah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) yang dimulai pada 15 April 2020 dinilai berhasil menurunkan angka reproduksi (Ro) kasus COVID-19. Sebelum PSBB, Bodebek memiliki angka Ro tertinggi dibanding wilayah lain di Jabar yakni 1,27. Setelah 14 hari PSBB pertama hingga 28 April lalu, angka Ro menurun menjadi 1,07.

"Kota kabupaten yang tidak PSBB justru naik itulah kenapa kita memberlakukan PSBB secara provinsi supaya tren menggembirakan dari yang PSBB hadir juga di daerah yang belum PSBB," terang dia.

Pemeriksaan Masif di KRL

Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum lama ini melakukan tes masif dengan metoda PCR kepada 397 penumpang KRL Bogor-Jakarta. Dari jumlah itu, tiga orang di antaranya positif.

"Saat pemeriksaan PCR melalui Swab hingga keluar hasil memang memiliki jeda waktu. Tapi, kami mencatat nomor ponsel dan juga alamat seluruh penumpang KRL tersebut," ucap dia.

"Dari hasil tersebut sudah ditindaklanjuti dari ketiga itu ada yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan karena usianya juga sudah lanjut, kemudian di Rumah Sakit lain dan yang lainnya kita minta untuk isolasi mandiri," katanya.

Hasil dari pemeriksaan di KRL tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan pengajuan rekomendasi kepada pengelola KRL dan pemerintah pusat agar tidak melakukan kegiatan operasional.

Hanya saja, jika memang tidak memungkinkan untuk menghentikan operasional secara maksimal, maka pihak pengelola harus bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk pola social distancing.

"Kapasitasnya dikurangi, atau memuat setengah atau sepertiga penumpang dari total kapasitas yang ada. Tergantung posisi penumpang sesuai jarak yang aman agar dapat mencegah penyebaran sesama penumpang," pungkasnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP