Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat menolak, kini pemerintah malah cari bantuan padamkan hutan

Sempat menolak, kini pemerintah malah cari bantuan padamkan hutan Jokowi tinjau kebakaran hutan di Kalimantan. ©AFP PHOTO/Romeo Gacad

Merdeka.com - Kebakaran lahan dan hutan di sejumlah provinsi di tanah air tak juga padam. Bukannya malah membaik, kondisi sejumlah kota di Sumatera, Riau dan Kalimantan kini justru makin memburuk diselimuti kabut asap.

Saking gawatnya, pemerintah kini bahkan tengah bersiap melakukan langkah evakuasi kepada para korban terdampak asap. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan, Sabtu (24/10), tim evakuasi bakal mengevaluasi tempat pengungsian bagi warga yang wilayahnya terdampak asap.

"Bahas persiapan evakuasi. Besok tim akan turun ke lapangan untuk mengevaluasi shelter-shelter (pengungsian) untuk tempat menampung para pengungsi," kata Puan, di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10).

Untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan, pemerintah kini melakukan berbagai upaya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meminta bantuan negara lain yakni Prancis dan Kanada.

"Kita akan mencoba mencari bantuan dari Kanada dan juga Prancis," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, di Hotel Mercure Padang, Jumat (23/10).

Dia memaparkan alasan pemerintah meminta bantuan kepada Kanada dan Prancis. Kedua negara itu dinilai bisa memadamkan api di lahan gambut.

"Masalah yang kita hadapi sekarang adalah lahan gambut. Apinya di bawah dan agak susah dipadamkan begitu saja. Kanada dan Prancis memiliki ahli khusus untuk bisa menangani kebakaran di wilayah itu, dan mereka bisa memadamkan api di lahan gambut dengan cepat, baik dari udara maupun dari bawah," kata pria yang biasa disapa Tata ini. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP