Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat melarang, Ahok izinkan PNS antar anak hari pertama sekolah

Sempat melarang, Ahok izinkan PNS antar anak hari pertama sekolah Hari pertama masuk sekolah. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berubah pikiran terkait pernyataan yang tidak mengizinkan pegawai negeri sipil (PNS) mengantar anaknya masuk hari pertama sekolah. Kini dia memberikan izin asalkan mereka meminta persetujuan atasannya.

Basuki atau akrab disapa Ahok mengatakan, masing-masing pegawai memiliki hak untuk cuti. Cuti tersebut dapat digunakan untuk memenuhi instruksi yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah.

"Itu bukan ngelarang, itu haknya semua PNS. Mau ngajuin izin sehari, setengah hari, selama atasannya memberikan itu hak. Sama kayak kamu izin sehari udah hak. Gak usah ditulis juga hak," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/7).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, jika dirinya melarang seorang PNS cuti maka akhirnya bisa berurusan dengan hukum. "Kalau kamu minta cuti dan gak dkasih bos kamu bisa gugat gak? Bisa. Apalagi PNS."

Sebelumnya, Ahok mendukung instruksi Menteri Pendidikan dan Keduyaan agar orang tua mengantarkan anaknya pada hari pertama sekolah. Di mana aturan tersebut diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah.

Namun, Basuki atau akrab disapa Ahok menegaskan, pegawai negeri sipil (PNS) DKI tidak bisa izin untuk mengantar anak masuk sekolah pertama pada Senin (18/7) mendatang. Karena ini akan berdampak terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta.

"Enggak bisalah (izinkan). Nanti semuanya pada alasan lagi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/7).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menyakini, jika dirinya memberikan izin PNS, maka ini akan menjadi boomerang baginya. Pasalnya akan ada banyak pegawai yang telat dengan alasan mengantarkan anak mereka.

"Kalau orang tua enggak bisa nganter sekolah, anak-anak juga ngerti kok. Kalau orang tuanya PNS, anaknya pasti ngerti emak bapaknya PNS," terangnya.

Ahok menyakini anak-anak akan mengerti profesi orang tua mereka. Sebagai contohnya adalah dirinya. Semenjak menjadi Gubernur DKI Jakarta dia semakin sulit meluangkan waktu untuk anaknya. Bahkan saat anak sulungnya, Nicholas wisuda kelulusan SMA, mantan politisi Golkar ini tidak dapat mengikuti seluruh prosesi.

"Akhirnya saya datang ke wisuda anak saya, enggak sampai selesai juga, cuma sampai dia terima sertifikat. Anak tetap ngerti saja," tutupnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP