Sempat akan Dimakzulkan, Ketum KONI Jember Mengundurkan Diri
Merdeka.com - Ketua Umum KONI Jember, Abdul Haris Afianto memutuskan mundur dari jabatannya. Alvin –panggilan akrabnya- menyampaikan pengunduran dirinya itu dengan menghadap kepada Bupati Jember, Hendy Siswanto. Keputusan itu menurutnya diambil demi mengakhiri konflik yang ada di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember.
"Tadi malam, saya secara ksatria dan legowo, mengajukan pengunduran diri dan menghadap ke bupati di Pendopo Wahyawibawagraha (rumah dinas bupati Jember). Saya ingin agar seluruh atlet bisa kembali fokus berlatih,” ujar Alvin saat dikonfirmasi merdeka.com pada Jumat (4/6) .
Menanggapi pengunduran diri itu, Alvin mengaku bupati meresponnya dengan baik. “Bupati mengaku bangga ada warga Jember yang bersikap ksatria seperti ini,” tutur pria yang juga kakak kandung penyanyi religi Opick ini.
Alvin berharap, dengan pengunduran dirinya ini, seluruh jajaran KONI Jember bisa kembali kompak menghadapi Porprov. Seperti diketahui, Jember bersama tiga kabupaten tetangga –Bondowoso, Lumajang dan Situbondo- akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII.
Event olahraga terbesar di level provinsi itu semula akan digelar pada akhir 2020, namun karena pandemi diundur menjadi akhir 2021. Beberapa hari yang lalu, Pemprov Jatim kembali menunda Porprov menjadi tahun 2022 karena pandemi yang belum ada tanda-tanda akan segera melandai.
“Agar semua cabang olahraga (cabor) bisa kembali fokus mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2022. Terlebih, agar Jember bisa merebut kesempatan menjadi tuan rumah Opening Ceremony,” tutur Alvin.
Timses Faida vs Timses Hendy?
Saat menghadap bupati, Alvin tampak didampingi oleh pengusaha Ponimin. Pada Pilkada Jember 2020 lalu, Alvin dan Ponimin tercatat sebagai tim inti pada Tim Sukses Pemenangan Cabup petahana, Faida. Terkait penggantinya nanti, Alvin enggan berkomentar, meski sebelumnya ia sempat menyebut nama Sutikno sebagai perencana penggulingan dirinya dari jabatan ketum KONI Jember.
“Ya nanti itu akan ditentukan lewat proses Musorkablub (Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa ). Saya tidak tahu siapa yang akan dipilih,” ujar Alvin.
Sebelumnya, sejumlah cabor yang menginginkan pergantian Ketum KONI lewat Musorkablub menyebut, satu-satunya calon yang akan menggantikan Alvin adalah Sutikno. Hal itu juga dibenarkan oleh Sutikno.
“Saya memang diminta oleh bupati untuk membantu membenahi olahraga di Jember,” tutur Sutikno beberapa waktu yang lalu.
Pada Pilkada Jember 2020, Sutikno dikenal sebagai salah satu tim sukses cabup Hendy-Firjaun. “Tapi saya tidak ambisi untuk menjadi Ketua KONI. Saya hanya didorong oleh seluruh cabor untuk memperbaiki kondisi olahraga di Jember. Jadi bukan karena saya orangnya bupati,” tegas pria yang juga pengusaha bus dan pariwisata ini.
Sutikno sebelumnya menjabat sebagai Ketua PSSI atau Asosiasi PSSI Kabupaten (Askab) Jember, induk cabor sepak bola yang menjadi anggota KONI Jember. Baru awal bulan lalu, Sutikno meletakkan jabatannya sebagai Ketua Askab Jember, untuk digantikan oleh Try Sandi Apriana yang merupakan menantu dari bupati Jember, Hendy Siswanto. Proses pergantian ini juga sempat diwarnai kontroversi karena Sandi dianggap tidak memiliki pengalaman menangani sepak bola minimal selama 5 tahun sebagaimana statuta PSSI.
Sempat Ngotot
Pengunduran diri Alvin ini terbilang cukup mengejutkan. Pasalnya, Alvin dalam beberapa kali kesempatan, optimisits mampu bertahan hingga masa jabatannya selesai pada tahun 2022. Alvin juga menuding upaya Musorkablub itu adalah ilegal dan tidak akan diakui oleh KONI Jatim. Namun, sikap Alvin itu tiba-tiba berubah.
"Saya mundur tanpa ada paksaan. Saya ingin agar seluruh atlet dan pelatih hanya fokus memikirkan prestasi saja dan tidak terganggu dengan masalah konflik kepengurusan,” ucap mantan Ketua Persatuan Angkat Berat, Angkat Beban dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) ini.
Setelah mundur, Alvin mengaku ingin kembali fokus sebagai advokat sambil berbisnis. “Saya sekarang sedang memulai bisnis ekspor sengon, tambang serta persewaan alat berat. Tapi saya tidak mengerjakan proyek pemerintah. Saya mundur tanpa meminta apapun,” ucap alumnus FH Universitas Jember (Unej) ini.
Merasa Dikhianati Sekretaris
Dengan pengunduran dirinya itu, kursi Ketua Umum KONI Jember untuk sementara akan dijabat oleh satu-satunya pengurus harian yang tersisa, yakni bendahara umum. Sebab, jabatan sekretaris umum juga sedang kosong setelah Alvin memecat Ardhianto Oky Wijaya.
“Oky sudah saya pecat sebagai Sekum. Tulis saja, dia itu pengkhianat kepada saya. Masak sekretaris kok ikut menggalang menggoyang jabatan saya,” tutur alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) ini.
Oky memang tercatat sebagai salah satu inisiator digelarnya Musorkablub dengan ikut menggalang dukungan dari sejumlah cabor. “Ya benar saya sudah diberhentikan dari jabatan Sekum KONI,” ujar Oky saat dikonfirmasi terpisah beberapa waktu yang lalu.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya