Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seminar Sekkau Cermati Penanganan Covid-19 di Indonesia

Seminar Sekkau Cermati Penanganan Covid-19 di Indonesia seminar sekkau di halim. ©2021 Merdeka.com/genantan kesuma

Merdeka.com - TNI Angkatan Udara menggelar seminar Perwira Siswa Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Pasis Sekkau) angkatan ke-110. Komandan Sekkau Marsekal Pertama Firman Wirayuda menjelaskan, seminar itu untuk mencermati tentang penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Seminar ini kami selenggarakan adalah suatu program dari siswa siswa Sekkau, khususnya pada saat ini siswa Sekkau angkatan 110 untuk mengkritisi, untuk melihat, mencermati fenomena-fenomena yang ada di negara Indonesia, dalam hal ini mencermati tentang penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Firman di Sekkau, Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Senin (1/11).

Firman mengungkapkan, para siswa Sekkau menilai bahwa pandemi adalah sesuatu yang sangat berbahaya lantaran menyangkut kesiapan negara. Tak hanya di Indonesia saja, namun di seluruh dunia.

"Karena terjadi suatu wabah pada satu waktu yang secara massif secara bersamaan, sehingga kesiapan semua negara di dunia ini agak terkejut dan syok, karena resources baik fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan, juga pembelajaran di masyarakat sosialisasimya itu memang masih belum siap secara merata," tuturnya.

Menurutnya, penanganan pandemi yang dilaksanakan pemerintah sudah sedemikian bagus dan hebat. Namun kenyataan di lapangan, TNI dan Polri masih melihat adanya pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan.

"Memang skalanya tidak terlalu besar, tetapi apabila kita biarkan bukan tidak mungkin akhirnya ini menjadi contoh bagi masyarakat lain yang sudah disiplin," ucapnya.

seminar sekkau di halim©2021 Merdeka.com/genantan kesuma

Selain itu, kata Firman, keamanan sosial maupun ekonomi sudah terganggu. Sebab, imbas dari pandemi ini membuat angka pengangguran meningkat dan kehilangan lapangan pekerjaan.Firman juga menyoroti sosialisasi protokol kesehatan yang masih kurang dipahami seluruh masyarakat. Menurutnya, sosialisasi prokes lebih mudah dicerna oleh warga di kota-kota besar.

"Namun tidak demikian di daerah daerah terpelosok, kita khawatirkan mereka tidak mengetahui bahayanya atau tidak melaksanakan protokol kesehatan, itu yang sangat kita khawatirkan," ujar Firman.

"Sehingga mungkin peran TNI-Polri yang bisa menjangkau ke seluruh wilayah kita mensupport pemerintah untuk melaksanakan semua kebijakan yang ditetapkan, baik dari tracing, testing dan treatment itu juga kita sosialisasikam membantu pemerintah menangani Covid ini dibawah Koordinator BNPB," pungkasnya. 


(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP