Warga Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik geger dengan adanya semburan lumpur di daerah mereka. Semburan tersebut muncul pertama pada Selasa (13/11) malam.
Semburan tersebut bahkan mencapai 10 meter ke udara. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, aparat Kepolisian Resor Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengamankan lokasi semburan. Hal ini karena semburan lumpur tersebut diduga mengandung bahan minyak mentah.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Gresik, Iptu Saudji, mengatakan, pengamanan lokasi semburan dilakukan dengan melarang warga mendekat radius 50 meter dari lokasi semburan. Selain itu, petugas juga memasang garis polisi dan dinding yang terbuat dari gedek (anyaman bambu) agar warga yang ingin melihat lokasi semburan tidak mendekat.
"Kita amankan lokasi, dan jarak radius 50 meter dari lokasi semburan warga dilarang mendekat dengan kita berikan garis polisi dan dinding gedek," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (14/11).
Selain itu, Pemkab Gresik juga telah menurunkan petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk meneliti kandungan bahan yang keluar dari lokasi semburan.
"Iya, hari ini tim BLH sudah turun ke lokasi semburan, namun hasilnya masih kita tunggu, sebab bupati juga belum menerima laporan hasil penelitiannya," ujar Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya.
Indonesia masih simpan banyak cadangan minyak
5 Perusahaan asing yang kuasai migas Indonesia
6 Hal yang harus diketahui tentang minyak zaitun
Produksi minyak Pertamina masih di bawah target
Minyak dicuri sejak 2010, Pertamina rugi USD 37 juta
Dengan sandal butut dan kaos lusuh, Soekarno tinggalkan istana
Sampai meninggal Soekarno tak punya rumah pribadi
Berbalik dukung BLSM, Jokowi takut dengan Agung Laksono?
Pandu Birantoro, orang Indonesia di balik Superman Smallville
Kostrad dan tentara AS latihan perang bersama di Karawang
Ditinggal ibu beli es, balita terkunci di mobil hingga lemas
Bebani APBN tiap tahun, lumpur Lapindo seperti parasit
Jokowi minta Satpol PP 'pelototi' kursi di trotoar Monas
BBM naik, motor-motor ini pakai Pertamax
Bantuan rakyat miskin senilai jengkol 3 kilogram