Cuma di forum merdeka.com! Ayo gabung sekarang!

Semburan lumpur bercampur gas di Gresik semakin meluas

Reporter : Moch. Andriansyah
Kamis, 15 November 2012 13:34:19
Semburan Lumpur di Gresik. ©2012 Merdeka.com


Semburan lumpur bercampur gas di Desa Metatu, Kec Benjeng, Gresik, Jawa Timur, memasuki hari ketiga makin meluas. Meski masih menggenangi area persawahan warga, semburan yang diketahui sejak Selasa (13/11) lalu, baunya kian menyengat.

Menurut beberapa warga sekitar, karena kondisi semburan lumpur yang mirip dengan lumpur Lapindo di Sidoarjo itu, menjadi tontonan warga, baik dari Desa Metatu sendiri, maupun dari luar desa.

"Baunya juga mulai menyengat hidung. Beberapa polisi yang mengamankan lokasi titik sumber semburan saja, terpaksa harus mengenakan masker," kata Khamim, warga sekitar, Kamis (15/11) pagi.

Munculnya semburan lumpur bercampur gas ini, mejadi daya tarik tersendiri, terlebih lagi hari ini merupakan hari libur nasional. Sehingga warga dari luar Gresik seperti dari Lamongan maupun dari Surabaya ikut melihat lokasi semburan tersebut.

"Kebetulan hari ini hari libur, jadi banyak warga yang ingin melihat semburan lumpur itu. Ada beberapa orang dari luar Gresik, seperti dari daerah dekat, Lamongan juga ada. Katanya mereka penasaran ingin melihat langsung semburan lumpur di sini," katanya lagi.

Masyarakat yang mulai bejibun ingin menyaksikan semburan lumpur tersebut, membuat pihak kepolisian terpaksa melokalisir lokasi hingga 50 meter dengan pagar bambu dan garis polisi.

"Kami sengaja menempatkan beberapa petugas di beberapa jalan setapak yang menuju titik semburan. Tujuannya agar masyarakat yang ingin melihat semburan lumpur itu, tidak terlalu mendekat. Sebab, semburan gas tersebut mengandung gas metana," kata Kapolsek Benjeng, AKP Imam Syafi'I.

Diceritakan warga sekitar, pada Selasa (13/11) malam, mereka dikejutkan semburan lumpur bercampur gas di tengah sawah yang mengering di desanya. Semburan di bawah pohon Ngembo itu diketahui pertama kali sekitar pukul 17.45 WIB.

"Semburannya cukup tinggi, melebihi pohon Ngembo, kira-kira sekitar 10 meteran," kata Mudakir yang rumahnya berada dekat dengan pusat semburan.

Hingga saat ini, luberan semburan lumpur itu terus mengalir ke area persawahan hingga radius 100 meter dari pusat semburan. Bau gas cukup menyengat.

Menurut warga sekitar, di lokasi itu memang ada bekas sumur minyak tua peninggalan Belanda, sejak tahun 1970 silam. "Sampai sekarang sudah terjadi tiga kali semburan. Tapi kali ini, semburannya yang paling besar," cerita salah satu warga yang lain.

[hhw]

Kumpulan berita :
# Lumpur Gresik
Follow Berita # Lumpur Gresik
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Lumpur Gresik, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Lumpur Gresik.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya



Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top
Top 10 merdeka
Most Viewed Editors' Pick Most Comments



Keterangan berbeda dengan BAP, hakim cecar Soetrisno Bachir Positif pakai narkoba, Bjah eks vokalis The Fly jadi tersangka Sanggupkah bumi atasi 11 miliar manusia 'liar' di atasnya? Di Jatim ada Ponpes Gontor, Kaltim punya Hidayatullah William - Kate Middleton belum tahu jenis kelamin anaknya Jenderal Suhardi ancam Kapolres tak becus tangkap penimbun BBM 211 Sekolah di Malaysia diliburkan lantaran asap dari Indonesia SBY naikkan harga BBM karena tekanan lembaga asing? Ahok ingin Sekda seperti lampu Aladin, diperintah langsung jadi Bahaya kesehatan berenang di kolam renang berkaporit
SHOW MORE

© 2012 merdeka.com