Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sembuh, Orangutan Sitio dikembalikan ke hutan

Sembuh, Orangutan Sitio dikembalikan ke hutan orangutan. shutterstock

Merdeka.com - Satu individu orangutan jantan dilepasliarkan ke habitat asalnya di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Siranggas, Pakpak Bharat, Sumut. Satwa itu dikembalikan ke sana setelah kondisi kesehatannya pulih.

Pengembalian orangutan bernama Sitio ke hutan itu dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut bekerja sama dengan Yayasan Orangutan Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC)

"Orangutan berusia sekitar 20 tahun itu kita kembalikan ke habitat asalnya Senin (27/2) kemarin," kata Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi, Selasa (28/2).

Sitio sebelumnya ditemukan warga di lahan perkebunan di Pakpak Bharat pada 6 Agustus 2016. Kondisinya memprihatinkan. Orangutan itu menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, malnutrisi, luka berbelatung di punggung, dan mata kiri rusak.

Temuan itu kemudian beredar di media sosial. "Kemudian tim dari BBKSDA Sumut bersama YOSL-OIC melakukan pengecekan ke lokasi, namun tidak menemukan satwa itu. Seminggu kemudian, masyarakat kembali menemukannya dan tim menuju lokasi," jelas Hotmauli.

Semula petugas mencoba menghalaunya kembali ke hutan. Namun karena kondisi kesehatan yang buruk, satwa itu dibawa ke Pusat Karantina Orangutan Sumatera di Sibolangit, Deli Serdang.

Sitio mengalami luka pada bagian punggung dan mendapatkan perawatan selama 6 bulan di pusat karantina orang utan di Batu Mbelin Kecamatan Sibolangit yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari - Sumatran Orangutan Conservation Programme (YEL-SOCP).

"Selama 6 bulan dilakukan treatment terhadap Orangutan Sitio, di antaranya 3 bulan untuk mengobati luka. Kondisinya membaik dan masih memiliki sifat liar. Pemeriksaan akhir kondisinya cukup bagus dan siap untuk dilepasliarkan kembali," imbuh Senior Ver YEL SOCP, Yenny Saraswati.

Lokasi pelepasliaran Sitio di lansekap Suaka Margasatwa Siranggas sebelumnya sudah disurvei YOSL-OIC pada pekan kedua Februari. Kawasan itu merupakan habitat orangutan. Dari analisis vegetasi menunjukkan indeks kekayaan dan keragaman pada pohon pakan sangat tinggi. Ada 38 jenis pohon atau 54 persen dari 71 jenis pohon memimi buah, daun muda, dan batangnya biasa dimakan orangutan.

"Karena itu tim sepakat mengembalikan Orangutan Sitio ke sana," sebut Ricko Layno Jaya, Manajer Human Orangutan Conflict Respons Unis YOSL-OIC.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP