Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Semangat Warga Binaan Lapas Wanita Malang Hidupkan Ramadan dengan Bertadarus

Semangat Warga Binaan Lapas Wanita Malang Hidupkan Ramadan dengan Bertadarus Warga Binaan Lapas Wanita Sukun Malang Tadarus Alquran. ©2021 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Suara bacaan Alquran mengalun terdengar lewat speaker dari Ruang Kartini di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Klas IIA Malang. Bacaannya melantun begitu merdu bergantian oleh para warga binaan yang tengah bertadarus.

Selama Ramadan, mereka memang rutin bertadarus Alquran setiap pagi hingga siang hari. Selepas kegiatan rutin pribadi, warga binaan Muslim bergabung membaca dan menyimak Alquran.

Mereka duduk berjajar di atas karpet di Aula Kartini dengan masing-masing membawa mushaf Alquran. Beberapa menempati kursi kayu panjang sebagai meja baca.

Sri Nur Putri, salah satu warga binaan mengaku secara rutin mengikuti tadarus sejak awal Ramadan. Baginya tidak menjadi halangan mengisi keberkahan Ramadan, meski tengah menjalani masa hukuman di dalam Lapas.

"Tadarusnya pukul 10.00 WIB sampai 14.00 WIB. Kita targetnya 4 kali khatam sehari. Jadi masing-masing kelompok membaca setengah juz," jelas Sri Nur Putri di Lapas Perempuan Klas IIA Sukun, Kota Malang, Selasa (20/4).

Jumlah peserta tadarus keseluruhan 60 orang dan dibagi menjadi 15 kelompok. Setiap kelompok terdiri 4 orang yang mendapat tugas membaca setengah juz per hari.

Tri Anna, Kapala Lapas mengatakan, tadarus digelar sejak awal Ramadan diikuti oleh warga binaan Muslim dengan didampingi petugas Lapas. Kegiatan tersebut bersifat tambahan di samping kegiatan-kegiatan rutin yang tetap berjalan.

"Selama Ramadan ini kami mengadakan tadarusan, alhamdulillah pesertanya banyak. Tetapi kegiatan yang sifatnya rutin tetap berjalan seperti pemeriksaan kesehatan, konseling, pondok pesantren, kegiatan kemandirian dan lain-lain," katanya.

Selain Tadarus, juga digelar salat tarawih setiap malam, namun karena suasana pandemi dilaksanakan secara bergelombang tersebar di kamar.

Lapas wanita juga memiliki kegiatan pondok pesantren dan belajar mengaji seminggu dua kali. Keseluruhan kegiatan yang diikuti warga binaan menjadi pertimbangan proses remisi.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP