Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selesai direnovasi, Museum Radya Pustaka dibuka kembali

Selesai direnovasi, Museum Radya Pustaka dibuka kembali Museum Radya Pustaka Solo. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah tutup karena direnovasi sejak Agustus tahun lalu, Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah kembali dibuka, Selasa (15/4). Pembukaan ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng, oleh Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Nasi tumpeng yang berupa nasi kuning, telur dan sayur-sayuran tersebut, sebelumnya didoakan oleh beberapa Ulama Keraton Kasunanan Surakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Eny Tyasti Susana mengatakan, renovasi museum tertua di Indonesia tersebut menggunakan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 3 miliar. Jumlah anggaran tersebut dipergunakan untuk membangun ruangan baru di bagian belakang museum, pemasangan kamera pengawas tambahan, revitalisasi interior, penataan koleksi museum serta pengecatan ulang bangunan.

"Setelah kita buka, harapannya museum ini kembali ramai dikunjungi wisatawan. Soalnya akhir-akhir ini banyak wisatawan yang kecewa karena tak bisa masuk ke museum.

Sementara itu Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo berharap revitalisasi tidak hanya sekedar bagian gedung saja. Namun juga penataan koleksi museum agar lebih menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

"Jadi nanti setelah dibuka, kalau ada wisatawan, petugas museum harus bisa menjelaskan isi, sejarah semua koleksi yang ada di sini," katanya.

Rudy juga berharap, museum yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari tersebut, bisa dijadikan obyek wisata edukasi dan sejarah rujukan pendidikan bagi pelajar.

"Dulu zaman saya masih sekolah, murid-murid sering diajak ke sini. Harapannya sekolah-sekolah sekarang juga akan mengajak siswanya ke sini," ucapnya.

Ketua Komite Museum Radya Pustaka Purnomo Subagyo menambahkan pengunjung bisa melihat koleksi museum dengan harga tiket Rp 2.500 untuk pelajar, Rp 5 ribu untuk wisatawan domestik, dan Rp 10 ribu untuk wisatawan asing.

"Kalau pengunjung ingin memotret, harga tiketnya tambah Rp 5 ribu," pungkasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP